Blog

  • Jam Mandi yang Baik Untuk Bayi, Sudah Tahukah?

    Jam mandi yang baik untuk bayi, kapankah waktunya dan kenapa perlu menentukan waktu khusus untuk memandikannya? Karena usianya masih kecil. Benarkah bayi yang baru lahir perlu melakukan rutinitas mandi yang sama seperti usia anak-anak atau dewasa? Umumnya mandi memang dilakukan dua kali sehari. 

    Tujuannya agar rutinitas tersebut tidak mengganggu waktu tidur bayi. Karena umumnya bayi memang lebih banyak tidur untuk membantu mendukung perkembangan tubuh. 

    Jadwal Mandi yang Baik

    Mandi memang menjadi rutinitas yang menyenangkan, tetapi untuk bayi baru lahir hingga usia 2 bulan sebenarnya tidak perlu dimandikan terlalu sering, karena kondisi kulitnya masih sensitif sehingga dapat membuatnya mudah kering dan iritasi. 

    Oleh karena itu rutinitas ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan perawatan mandi yang sesuai dengan kondisi kulit bayi. Misalnya sabun juga shampoo. 

    Setelah usianya mencapai 2 bulan maka mandi bisa dilakukan 2 kali dalam sehari. Lalu kapan sebaiknya mandi dilakukan? Apakah ada waktu yang khusus agar nyaman dan tidak membuatnya rewel?

    Pemilihan Jam Mandi untuk Bayi 

    Tujuan mandi adalah menjaga kebersihan tubuh. Pemilihan waktu mandi sebenarnya bertujuan agar selama prosesnya bisa benar-benar menikmati dan kondisi tubuhnya juga menjadi lebih segar.

    Untuk itu sebaiknya Bunda memilih waktu yang tepat. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan untuk pemilihan waktunya, yaitu :

    • Tidak dalam kondisi lapar atau kenyang
    • Hindari ketika bayi mengantuk atau lelah
    • Saat bayi baru bangun dari tidurnya

    Waktu mandi yang dipilih saat pagi hari umumnya sekitar pukul 6 sampai 8 pagi dan pukul 4 sampai 5 sore. Namun juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca. 

    Baca juga : 

    Kesimpulan

    Jam mandi yang baik untuk bayi bisa disesuaikan dengan usianya. Rutinitas ini bagi bayi tentu berbeda dengan usia anak-anak dan dewasa. Bunda perlu memperhatikan beberapa hal bila belum menemukan waktu mandi yang pas untuk mereka. 

    Namun setelah bayi memiliki rutinitas yang jelas seperti waktu tidurnya maka akan membantu Bunda menentukan waktu ideal untuk mandi. Selain mendapatkan waktu yang tepat, Bunda juga perlu melakukan persiapan untuk memandikan bayi agar mereka dapat menikmati rutinitas ini dengan nyaman dan tidak rewel tentunya. 

     

    Salam bahagia,

  • Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Para Ahli

    Pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli, apakah itu? Setiap keluarga tentu sudah memiliki cara untuk pengasuhan untuk buah hatinya. Pengasuhan orang tua tersebut nantinya akan memberikan dampak pada tumbuh kembang anak kelak. 

    Berdasarkan rujukan tersebut nantinya akan membantu kita menentukan pilihan, mana yang ingin dipilih dalam menjalin kebersamaan dengan buah hati. Tentunya apapun pilihan yang diambil sudah melalui berbagai pertimbangan. 

    Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Para Ahli

    Pemilihan pola pengasuhan anak dapat disesuaikan oleh banyak faktor, seperti pengalaman masa lalu, mengikuti saran ahli parenting, dilakukan secara alami, ingin memberikan kebebasan pada anak, dan sebagainya. 

    Berdasarkan pola pengasuhan inilah yang membuat karakter setiap anak berbeda-beda. Anak tumbuh dan berkembang menjadi jiwa yang unik dan sudah selayaknya kita menghormati perbedaan yang ada. Tidak membandingkan atau mengucilkan perbedaan tersebut.   

    Pola asuh anak merupakan suatu proses untuk mendukung perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, sosial juga finansial anak mulai dari bayi sampai kelak dewasa. 

    Jenis Pola Asuh Orang Tua Menurut Para Ahli

    Pola Asuh Orang Tua

    Psikolog Diana Baumrind telah melakukan penelitian pada 100 anak lebih sejak tahun 1960-an dan mendapatkan tiga cara pola asuh anak. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Eleanor Maccoby dan John dan menambahkan satu cara pola pengasuhan. 

    Berikut empat jenis pola asuh berdasarkan dari penelitian tersebut :

    1.Pola Asuh Orang Tua Otoriter

    Orang tua mempunyai peraturan yang cukup ketat dan apabila dilanggar maka anak akan mendapatkan hukuman. Tujuan pola asuh ini adalah anak-anak dapat berbuat baik dan tidak melakukan kesalahan.

    Berdasarkan penelitiannya Baumrind menjelaskan bahwa orang tua yang melakukan pola asuh otoriter memiliki orientasi yang lebih pada kepatuhan dan status. Buah hati memang menjadi pribadi yang patuh dan cakap. 

    Meski demikian mereka cenderung menjadi pribadi yang tidak bahagia, kemampuan sosialnya kurang dan memiliki harga diri yang rendah. 

    2.Pola Asuh Orang Tua Demokratis 

    Pola asuh demokratis yaitu orang tua menerapkan peraturan untuk mendukung perkembangan buah hatinya, tetapi lebih bersifat demokratis. Berusaha responsif dan mau mendengarkan keluh kesah anak dengan penuh kasih sayang. 

    3.Pola Asuh Orang Tua Permisif 

    Orang tua memberikan pola asuh yang senang memanjakan dan memiliki harapan tertentu terhadap buah hatinya. Pola pengasuhan ini memang lebih responsif dibandingkan dua pola asuh sebelumnya. 

    4.Pola Asuh Orang Tua Lalai     

    Dalam pola asuh ini, peran orang tua cenderung tidak menuntut, tidak responsif juga kurang komunikasi. Hasilnya anak tidak memiliki kontrol diri terhadap apa yang dilakukannya di kemudian hari. 

    Pola Asuh Anak yang Baik

    Tidak dipungkiri bahwa setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk semua buah hatinya, tanpa terkecuali. Bagi orang tua bentuk apapun yang dilakukan untuk anak merupakan wujud kasih sayangnya. Memahami pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli dapat menjadi tambahan ilmu untuk memantapkan pemilihan pola asuh anak. 

    Oleh karena pola pengasuhan adalah investasi untuk jangka panjang karena hasilnya tidak akan langsung dapat dirasakan saat ini juga. Sehingga membutuhkan waktu dan kesabaran dalam menjalani prosesnya. Ya, semua berproses dan kondisinya disesuaikan dengan masa tumbuh kembang anak. 

    Pola asuh anak yang baik akan membentuk karakter anak yang baik juga, seperti memiliki rasa empati, mampu menempatkan diri dimanapun dengan baik, mempunyai jiwa kemandirian, keceriaan, kejujuran, rasa kasih sayang serta pengendalian diri yang baik.

    Baca juga :

    Kesimpulan

    Memahami pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli tentu akan membuat kita selaku orang tua mampu memahami mana yang sesuai dengan kondisi buah hati. Meskipun faktanya gaya pola asuh anak pada setiap keluarga tentunya memiliki perbedaan. 

    Namun demikian semua orang tua mempunyai niatan yang sama, yaitu ingin memiliki generasi sesuai harapan. Oleh karena itu pemilihan pola asuh disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Jenis pola asuh manakah yang Bunda dan pasangan terapkan untuk mendukung perkembangan buah hati?

     

    Salam bahagia,

     

  • Cara Memandikan Bayi 1 Bulan yang Tepat dan Aman

    Cara memandikan bayi 1 bulan adakah yang perlu diperhatikan oleh para Bunda. Terus apa saja yang sebaiknya dipersiapkan sebelum bayi mandi.

    Setelah melalui proses persalinan, selanjutnya Bunda dan bayi akan kembali ke rumah dan mengurus buah hati sepenuhnya. Duh rasanya deg-degan, ya Bun. Langsung membayangkan bagaimana cara memandikan bayi 1 bulan, cara menstimulasinya dan pertanyaan lain yang terus berputar-putar dalam pikiran. 

    Eiit … Tenang dulu Bunda. Semua proses tumbuh kembang buah hati bisa dilakukan dengan tenang dan nyaman. Rasa khawatir, was-was dan pikiran yang tidak tenang akan membuat Bunda jadi kurang nyaman dan bisa mempengaruhi kondisi fisik juga. 

    Cara Memandikan Bayi 1 Bulan

    Pasca persalinan tentunya semua ibu tidak mengalami kondisi yang sama. Ada yang butuh waktu untuk proses pemulihan, tetapi ada juga yang berusaha untuk segera pulih dan kondisinya juga memungkinkan. 

    Saat proses persalinan pertama kondisi saya benar-benar kurang mendukung untuk segera menangani buah hati sendiri. Proses caesar yang terjadi membuat tubuh butuh waktu untuk pemulihan dalam beberapa hari. Berjalan saja dilakukan pelan-pelan untuk menjaga kondisi jahitan. Termasuk juga  saat menyusui. 

    Namun setelah dua minggu kondisi sudah pulih dan bisa deh, menangani bayi sendiri. Asyik.

    Kondisi tubuh bayi usia 1 bulan tentu sudah lebih berisi. Rata-rata pertumbuhan berat badan bayi sekitar 20-30 gram per hari sampai usia 1 bulan.

    Sebelum mengajak mandi bayi, Bunda perlu mengatur kondisi diri dulu. Ya, perlu mempersiapkan diri dengan penuh keyakinan bahwa Bunda bisa melakukannya dengan baik. 

    Mempersiapkan Perlengkapan Mandi Bayi 1 Bulan

    Perlengkapan Mandi Bayi 1 Bulan

    Mandi merupakan aktivitas yang menyenangkan, termasuk untuk bayi. Saat dimana dia bisa menyegarkan tubuhnya, bermain dan bisa berinteraksi juga dengan Bunda. Sehingga menjadi momen untuk meningkatkan bonding. 

    Agar memudahkan sebelum mandi sebaiknya Bunda mempersiapkan dahulu berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk bayi, antara lain :

    1.Handuk untuk mengeringkan tubuh bayi. Pilih yang berbahan lembut dan mudah menyerap air sehingga membuat bayi nyaman.

    2.Baju ganti. Umumnya di usia 1 bulan menggunakan piyama sehingga memudahkan Bunda mengenakannya. 

    3.Popok ganti. 

    4.Sabun mandi penggunaannya disesuaikan dengan kondisi kulitnya. Umumnya menggunakan sabun cair khusus bayi atau memilih soap-free untuk mencegah iritasi dan kulit kering. 

    5.Air yang digunakan untuk mandi bayi dengan kondisi tidak terlalu panas atau dingin.   

    6.Tempat mandi. Umumnya menggunakan bak mandi bayi.

    7.Minyak telon.

    Baca juga : Trik Menghadapi Tangisan Bayi

    Kesimpulan

    Cara memandikan bayi 1 bulan memang membutuhkan persiapan untuk menjaga kondisi bayi tetap nyaman. Berat badannya yang masih kecil seringkali membuat Bunda merasa gugup dan khawatir saat menanganinya. 

    Rasa percaya diri dan melakukan persiapan dahulu sebelum mandi akan membuat prosesnya menjadi mudah dan berjalan dengan lancar. Selanjutnya rasa kekhawatiran itu akan hilang dan Bunda akan semakin menikmati waktu mandi bayi. 

     

    Salam bahagia,

     

  • Pengertian Pola Asuh Orang Tua yang Perlu Diketahui

    Pengertian pola asuh orang tua yang perlu diketahui, apakah itu? Sudahkah Bunda tahu maknanya? Bisa jadi kita sudah memahami maknanya sebagian. Kalau dari apa yang kita kenal selama ini, pola asuh adalah bagaimana orang tua memberikan pemahaman dan pendidikan sejak dini kepada buah hatinya. 

    Namun, benarkah demikian. Tak dipungkiri bahwa semua keluarga memiliki harapan yang sama yaitu berharap memiliki buah hati yang membanggakan kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, para orang tua menentukan bagaimana pola pengasuhan untuk mendukung pertumbuhan buah hatinya agar harapan tersebut dapat terwujud. 

    Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Bagi orang tua ataupun calon orang tua perlu memahami dahulu bahwa pola pengasuhan tidak bisa disamakan dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Kebutuhan sandang, pangan dan papan merupakan bagian yang sudah selayaknya dapat terpenuhi sesuai kemampuan masing-masing keluarga.

    Pola asuh orang tua merupakan pola perilaku yang diajarkan orang tua terhadap buah hatinya dan setiap orang tua memiliki bentuk pengasuhan yang berbeda. Namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk kebaikan buah hati kelak. 

     

    Bunda dan semua orang tua tentu memiliki harapan yang sama, yaitu ingin memiliki generasi penerus keluarga yang berbakti dan bermanfaat untuk diri juga sekitarnya. Tentunya juga ditunjang dengan perilaku anak yang berakhlak baik. 

    Jelaslah bahwa pola pengasuhan tidak bisa dibentuk begitu saja. Orang tua yang merupakan role model memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak-anaknya. Apa yang diamati, didengar juga dilihat oleh anak akan menjadi rekam jejak bagi mereka kelak. 

    Bahkan tidak sedikit yang akhirnya menirukan perilaku orang tua. Salahkah? Tentu saja tidak karena anak-anak tidak mengetahui apa dan bagaimana yang sebaiknya mereka pilih dan lakukan. Mereka hanya meniru tanpa tahu dampaknya kelak.

    Namun, seiring bertambahnya usia dan pemahaman yang jelas barulah suatu hari nanti mereka memahami apa yang sudah dilakukannya. Apabila perilaku tersebut baik maka dampaknya pun baik, tetapi bagaimana jika sebaliknya.

    Bukan hal buruk yang diharapkan terjadi. Oleh karena itu, pola pengasuhan diterapkan oleh masing-masing keluarga. 

    Memahami Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Memahami Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Pola asuh orang tua bertujuan untuk pembentukan karakter anak. Faktanya ada banyak pengertian mengenai pola asuh orang tua tersebut.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pola asuh terbagi menjadi 2 kata, yaitu pola dan asuh. Pola berarti gambaran, pola, corak, sistem, cara kerja atau sistem yang tetap. Sedangkan kata asuh dapat diartikan menjaga (mengasuh, mendidik) anak, membimbing (memberikan pengarahan, pengasuhan) pada anak. 

    Tridhonanto, pengamat parenting menjelaskan bahwa pola asuh orang tua adalah bentuk dari keseluruhan interaksi orang tua dan anak, yaitu orang tua memberikan dorongan pada anak dengan mengubah perilaku, pengetahuan dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua. 

    Tujuannya agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat juga optimal, mempunyai keingintahuan yang tinggi, percaya diri, bersahabat dan berorientasi untuk sukses di masa depannya. 

    Menurut Hurlock, psikolog parenting, pola asuh orang tua adalah metode disiplin yang diterapkan orang tua terhadap anaknya yang meliputi dua konsep, yaitu konsep positif dan negatif. Konsep positif menekankan pada disiplin dan pengendalian diri, sedangkan konsep negatif bentuk pengekangan dengan cara yang tidak disukai dan menyakiti. 

    Baca juga : 

    Kesimpulan

    Pengertian pola asuh orang tua bertujuan untuk memberikan bimbingan, pengasuhan agar masa depan anak nantinya sesuai dengan harapan orang tua. Tumbuh mandiri, berkarakter baik, percaya diri dan disiplin. Makna yang memiliki arti yang sama demi menjaga tumbuh kembang buah hati tercinta.  

     

    Salam bahagia,

  • Trik Menghadapi Tangisan Bayi

    Trik menghadapi tangisan bayi dibutuhkan agar kondisi ibu semakin panik dan bayi bisa segera tenang. Hal apa sajakah yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi saat seperti ini.

    Menemaninya dalam keseharian, mengasuh dengan sepenuh hati merupakan bagian yang membahagiakan dan tak terlupakan bagi seorang ibu. Meski awalnya merasa takut atau khawatir salah atau bayi merasa tidak nyaman, tetapi selanjutnya akan membuat ibu menjadi terbiasa dan menikmati prosesnya. Begitupun saat mendengar tangisan bayi. Apa sih trik menghadapi kondisi ini agar Bunda bisa menikmati momen ini dengan tetap merasa bahagia.

    Tak dipungkiri diusia belianya bayi akan sering menangis dan ibu akan berusaha untuk menenangkannya. Namun tidak sedikit juga yang merasa panik saat mendengar suara tangisan tersebut. Menangis merupakan cara bayi mengungkapkan apa yang dirasakan, dan diinginkannya.

    Bisa ungkapan rasa lapar, merasa kurang nyaman dengan kondisinya, bosan, rasa sakit yang dirasakannya, ingin mendapatkan kehangatan, buang air kecil atau besar, dan perasaan lain yang ingin disampaikannya.

    Bila  dihitung jumlah total bayi menangis dalam sehari bisa mencapai sekitar 1-4 jam. Unik ya sebenarnya dunia bayi ini. Lalu apa yang sebaiknya Bunda lakukan saat mendengar suara tangis bayi ini? Ada beberapa trik  menghadapi tangisan bayi.

    Cara Menghadapi Tangisan Bayi

     “Menangis merupakan bentuk ungkapan akan apa yang dirasakannya.”

    Tips Hadapi Tangisan Bayi

    1. Tenangkan Diri

    Saat Bunda sedang ingin istirahat, tiba-tiba bayi menangis dengan suara khasnya, apa yang akan Bunda lakukan?

    Ada yang kesal, sedih atau bahkan mendiamkan suara itu. Ya, bayi memang memanggil Bundanya dan ingin mengungkapkan sesuatu. Apa hanya akan terjadi saat tertentu saja? Tidak juga, karena disesuaikan dengan kondisi bayi.

    Maka tenangkan diri Bunda dahulu sejenak. Atur nafas dengan baik agar saat menghadapi bayi bisa tetap dengan senyuman dan hati tenang. Kondisi seperti ini akan membuat bayi juga jadi merasa nyaman dan Bunda bisa mengatasinya dengan segera.

    Apakah perlu seperti itu? Usahakan demikian agar rasa berat di hati bisa sirna dan mampu menghadapi segalanya dengan mudah. Emosi yang Bunda rasakan akan membuat bayi juga merasa tidak nyaman. Mungkin awalnya belum terbiasa, tetapi bila terus dicoba akan membuat Bunda jadi terbiasa.

    2. Tarik Nafas Sesaat

    Bayi menangis menunjukkan bahwa dia membutuhkan kehadiran orang didekatnya untuk membantu kondisi yang dirasakannya saat itu. Saat kondisi Bunda sedang letih, pusing, tentu tangisan bayi akan terasa kurang nyaman.

    Ada baiknya Bunda menarik nafas sesaat untuk menghimpun energi tambahan, menyegarkan tubuh dan menambah aura kebahagiaan dalam jiwa.

    3. Hampiri dan Cek Kondisi Bayi

    Setelah kondisi Bunda terasa nyaman, maka segera hampiri bayi untuk bisa mencari tahu apa penyebab dia menangis, kemudian segera mengatasinya. Untuk merasakan ketenangan bisa juga sejenak Bunda memberikan sentuhan lembut, pelukan kehangatan sehingga bayi benar-benar bisa merasakan bahwa Bundanya benar-benar siap menemaninya dan selalu ada untuknya.

    Rasa nyaman dan tenang memang tidak hanya dibutuhkan orang tua saat menghadapi buah hatinya. Begitupun bayi yang belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan ucapan secara langsung.

    Apabila semua kondisi bayi sudah teratasi dan dia sudah kembali dalam peraduannya kembali, maka Bunda bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya dilakukan atau bisa juga beristirahat.

    Cara Menghadapi Tangisan Bayi Kehangatan Bunda Memberikan Ketenangan

    Trik menghadapi bayi menangis perlu diketahui agar saat terdengar suara tangis bayi, Bunda tidak langsung merasa panik. Bayi mengungkapkan keinginannya lewat suara tangis yang terjadi kapanpun.

    Meskipun demikian tidak sedikit ibu yang bisa menikmati tangisan itu dengan senyuman. Bahkan ada yang mengajaknya berkomunikasi. Bisa dengan menanyakan apa yang dia inginkan, apa yang dirasakannya atau bisa juga menceritakan apa yang ada disekitarnya.

    Kalimat yang Bunda sampaikan memang belum dimengerti olehnya, tetapi dia akan melihat bagaimana ekspresi yang Bunda tunjukkan. Getaran dan rasa ini yang akan dinikmati oleh bayi, sehingga akan membuat tangisannya mereda dengan sendirinya.

    Penutup

    Trik menghadapi tangisan bayi memang dapat menjadi cara jitu saat Bunda dalam kondisi yang kurang nyaman. Meskipun awalnya tidak mudah menghadapi tangisan ini, tetapi setelah Bunda mencobanya beberapa kali maka akan jadi biasa dan nyaman melakukannya.

    Bunda dan bayi, sama-sama membutuhkan kenyamanan, juga ketenangan saat saling bersama. Hal ini dapat tercipta bila Bunda yang mengawali. Bayi adalah makhluk kecil yang belum bisa berbuat apapun, tetapi mampu merasakan sekitarnya dengan hatinya.

    Salam bahagia,

  • Doa Untuk Menyatukan Dua Insan Bahagia Dalam Mahligai Sakinah 

    Kapan sebaiknya doa untuk menyatukan dua insan diucapkan? Menyatukan dua hati bahagia dalam mahligai sakinah. Menguatkan niat untuk menyatukan hati, menjalin kekuatan untuk mewujudkan mahligai impian

    Saat usia semakin matang dan hati sudah menemukan tautan yang kuat pada seseorang, langkah apa yang kita pilih? Ya, menyatukan dua hati bahagia dalam mahligai pernikahan untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah warahmah. 

    Melantunkan Doa Menyatukan Dua Insan Bahagia

    Benar adanya, pernikahan menyatukan dua hati yang berbeda, bahkan lebih dari itu, yaitu dua keluarga. Karakter, kebiasaan, pola hidup, semuanya berusaha diramu dengan indah dalam mahligai ini. Susah? Belum tentu. Perbedaan bisa menyatu dengan indah kala kedua insan ini dapat saling menerima, memahami dan mengerti satu dengan lainnya. 

    Butuh berapa lamakah? Tergantung dari keduanya. Tidak sedikit pasangan yang telah menjalani masa pengenalan alias pacaran hingga bertahun-tahun, tetapi ternyata hanya tahu bagian kulitnya saja. Sebaliknya ada yang tidak melalui masa pacaran, tetapi bisa saling memahami dan mengenal dua sisi kemudian berusaha saling menerima dan melengkapi. 

    Menyatukan-dua-hati-dalam-pernikahan

    Saat menjadi raja dan ratu sehari, semua perbedaan berusaha melebur menjadi satu. Tujuan yang ingin diraih adalah sama. Ingin menggapai kebahagian bersama sepanjang masa, sehidup semati. Ikrar suci menyatu dua hati untuk membangun mahligai rumah tangga. 

    “Aku pernah mengagumi seseorang. Tertarik … dan mendambakannya. 

    Namun, tidak selangkah pun aku berani mendekatinya. 

    Tidak sepatah kata pun berani menyapanya.

    Apalagi mencari cara untuk menarik perhatiannya. 

    Aku adukan segala yang di dadaku kepada Allah, Tuhanku.

    Tanpa aku sangka, aku duga, akhirnya dia melamarku.” 

    ~ Seperti kisah Fatimah Az-zahra dan Ali ~

    Pasanganmu adalah Pakaianmu

    Janji pernikahan yang terucapkan tentu akan menguatkan hati kedua insan yang memasuki jenjang kehidupan barunya. Menapaki hari-hari selanjutnya dengan saling menguatkan satu sama lain. Saling memahami, mampu menerima kekurangan pun saling melengkapi sehingga kekurangan yang ada dapat tertutupi. 

    Mampukah kiranya? Butuh perjuangan. Bukan semata hanya cinta yang akan menguatkan. Tautan hati, saling menjaga kehormatan dan take and give selama menapaki kebersamaan akan membantu menguatkan jalinan yang kokoh ini. 

    Waktu sehari, dua hari, sebulan, tiga bulan, lima tahun dan seterusnya menentukan bagaimana kekuatan yang sudah dijalin. Ada yang mampu terus bertahan hingga maut memisahkan, tetapi tidak sedikit yang hanya bertahan hingga beberapa tahun saja. 

    Badai ujian datang dan merobohkan rumah yang telah dibangun. Kepercayaan runtuh. Rasa saling kasih luntur. Duka nestapa pun mendera. 

    “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka.” (QS. Al-Baqarah : 187)

    Menyatukan dan Menguatkan Niat Suci

    Dua insan bersatu untuk mewujudkan niat suci. Bersama menyatu menautkan hati, dua jiwa. Menjalin ikatan suci sehidup semati dalam suka dan duka, mengarungi bahtera rumah tangga hingga akhir hayat. Duh, so sweet ya. 

    Barsama-sama berusaha saling menguatkan jiwa, memperkokoh tujuan untuk menggapai keluarga sakinah, mawaddah, warohmah. Ujian hati akan selalu ada. Datang silih berganti bagaikan butiran pasir. Hembusan angin akan membersihkannya secara perlahan. 

    Tak hanya itu, gejolak dalam mahligai rumah tangga pun akan datang dalam kebahagian dan kesenangan yang dilalui. Satu, dua, tiga tahun dan seterusnya akan semakin menguatkan ikatan cinta yang sedang dilalui. Mampukah semua itu berjalan sesuai harapan?

    Ya, masalah yang datang silih berganti tak ayal menguji ikatan hati. Bersama menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Kemudian lanjut melangkahkan kaki lagi menapaki tujuan yang belum terwujud. Semudah itukah? Ya dan tidak. Ya, jika keduanya mampu mengendalikan emosi dan ego. Tidak, bila ingin lebih mengedepankan keinginan pribadi. Pendewasaan diri akan terus teruji.  

    Merembukan bersama dengan suasana hati tenang dan kepala dingin akan mampu mendapatkan jawaban yang terbaik. Mampu menutupi kekurangan masing-masing pasangan. Mampu menyikapi perbedaan dengan senyuman, karena perbedaan merupakan sunnatullah. Sesuatu yang pasti terjadi. 

    Perbedaan-untuk-saling-menguatkan

    Jika salah satu atau kedua pasangan saling mengedepankan ego atau emosi maka keutuhan mahligai akan terganggu. Timbul keretakan yang bisa menimbulkan bom waktu. Bisa menyakiti salah satu atau keduanya dan akhirnya terjadi hal yang tidak kita inginkan. 

    “Dia terlalu egois. Maunya menang sendiri. Padahal bisa diomongin dulu sebelum bertindak. Jadi semua ini nggak bakal terjadi.” 

    Seorang teman mencurahkan isi hatinya. Sudah dua hati dia bersitegang dengan suaminya karena sebuah keputusan. Harapannya benar. Keputusan yang diambil hendaknya memang atas hasil diskusi bersama. 

    “Dia itu apa-apa nggak mau diomongin. Sudah aku minta untuk tidak menutupi apapun, tapi lagi-lagi begini.” 

    Keterbukaan antar pasangan memang penting adanya. Saling menerima, memahami dan berbagi akan membuat kesulitan menjadi mudah terurai. Ingat pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Meskipun kebenaran terkadang terasa menyakitkan. 

    Penutup

    Berdoa untuk menyatukan dua hati bahagia dalam mahligai pernikahan menjadi harapan setiap pasangan. Jalinan yang kuat dengan saling menjaga, memahami juga menguatkan antar pasangan akan membuat rumah tangga yang dibangun menjadi kuat. Kokoh berdiri meski berbagai ujian datang menghadang. 

    Setiap pasangan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan, maka salinglah menutupi kekurangan antar pasangan. Bersama saling melengkapi dan menutupi kekurangannya dan mau saling menerima satu sama lain seutuhnya. Perbedaan yang ada bisa dijadikan sebagai perpaduan warna agar kontras keindahannya tetap cantik terlihat. 

    Tak ada keluarga yang sempurna. Namun, kita bisa belajar dari para orang tua atau pasangan lain dalam mengarungi mahligai ini. Indahnya menapaki tangga bersama hingga akhir usia dengan penuh cinta kasih. 

    Salam,

  • Ketika Tulang Rusuk Harus Menjadi Tulang Punggung

    Sering kali kita mendengarkan ungkapan 
    “Wanita tercipta dari tulang rusuk, maka jangan jadikan ia tulang punggung”
    Ungkapan diatas sungguh dalam maknanya. Sejatinya perempuan itu lemah, ibarat tulang rusuk yang bengkok, namun kenyataan yang ada, justru mereka harus kuat layaknya tulang punggung.
    Rumah tangga bahagia adalah rumah tangga dimana pasangan suami istri menjalani peran masing-masing, suami mencari nafkah dan istri menjalani  kodratnya dalam  mengurus kebutuhan rumah  tangga  Namun pada kenyataannya, kebanyakan pasangan masih memberikan peluang lebih kepada istri, selain mengurus rumah dan anak, juga untuk  bekerja di luar rumah. Namun apa yang terjadi jika penghasilan istri lebih besar dari pada  penghasilan suami. Niat yang semula istri hanya  membantu suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, kini bergeser menjadi ponopang ekonomi keluarga. Lelah dan letih sungguh yang dirasakan oleh sang istri, sebab dia sering merasa kewalahan dalam menjalani perannya, sebagai istri dan ibu di rumah,  juga sebagai tulang punggung dalam keluarga. Jika Anda berada dalam posisi ini, berikut hal-hal penting yang mesti  dipahami dalam menjalani peran sebagai tulang punggung.
    Pertama,  ikhlaslah dalam melaksanakan segala sesuatu.
    Setiap pekerjaan yang di lakukan dengan tidak ikhlas pasti akan terasa berat. Untuk itu keikhlasan sangat di perlukan dalam menjalani peran ini.

    Kedua,  jalin komunikasi yang mesra bersama suami dan selalulah berdisikusi
    Komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan, termasuk komunikasi untuk selalu berkomitmen dalam mengatur keuangan , pendidikan anak dan sebagainya.

    Ketiga,  motivasi terus suami untuk giat dalam mencari nafkah.
    Suami yang penghasilannya lebih rendah sering merasa harga dirinya terkoyak, karena mereka sadar bahwa tugas utama suami adalah mencari nafkah dan menjadi ekonomi keluarga. Untuk itu diperlukan motivasi yang besar dari istri untuk selalu mendorong suami  giat dalam mencari nafkah.

    Keempat,  jaga wibawa suami di mata anak-anak.
    Istri yang berpengasilan besar cendrung mempunyai power di dalam rumah. Namun Anda perlu menekan dalam-dalam ego tersebut, guna menjaga wibawa suami di mata anak-anak.

    Kelima, atur menejeman waktu untuk meringkaskan pekerjaan rumah.
    Agar Anda tidak kelelahan menjalani dua peran, atur menejeman waktu. Diskusikan dengan suami pembagian tugas, manfaatkan perlengkapan elektronik rumah tangga guna meminimalisir pekerjaan rumah.

    Keenam, perkuat ibadah serta banyak berdo’a.
    Menjaga kedekatan dengan sang pencipta sangat penting, dalam mengaruni bahtera rumah tangga. Perbanyak berdoa kepada Tuhan supaya anda di beri kekuatan dalam menjalani dua peran serta berdoa agar suami selalu giat dalam mencari nafkah.
  • Try These Baby-Friendly Recipes for Starting Spoon Feeding

    Intro text we refine our methods of responsive web design, we’ve increasingly focused on measure and its relationship to how people read.

    A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen.

    On the topic of alignment, it should be noted that users can choose from the options of None, Left, Right, and Center. In addition, they also get the options of Thumbnail, Medium, Large & Fullsize.

    And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia.

    A wonderful serenity has taken possession of my entire soul

    On her way she met a copy. The copy warned the Little Blind Text, that where it came from it would have been rewritten a thousand times and everything that was left from its origin would be the word “and” and the Little Blind Text should turn around and return to its own, safe country.A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

    But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again.

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth.

    What to do in Uluwatu Bali

    A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame. It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer.

    Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad. “How about if I sleep a little bit longer and forget all this nonsense”, he thought, but that was something he was unable to do because he was used to sleeping on his right, and in his present state couldn’t get into that position. However hard he threw himself onto his right, he always rolled back to where he was.

    One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections. The bedding was hardly able to cover it and seemed ready to slide off any moment. His many legs, pitifully thin compared with the size of the rest of him, waved about helplessly as he looked. “What’s happened to me? ” he thought. It wasn’t a dream.

    His room, a proper human room although a little too small, lay peacefully between its four familiar walls. A collection of textile samples lay spread out on the table – Samsa was a travelling salesman – and above it there hung a picture that he had recently cut out of an illustrated magazine and housed in a nice, gilded frame.

    Hidden beach paradise that Balinese would never tell you

    Before you get started, please be sure to always search this Documentation, and also watch our Video Tutorials. If you have further questions beyond the scope of this Documentation, please don't hesitate to contact us. We'll do our very best to reply as promptly as possible.

    It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth. One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed into a horrible vermin. He lay on his armour-like back, and if he lifted his head a little he could see his brown belly, slightly domed and divided by arches into stiff sections. The bedding was hardly able to cover it and seemed ready to slide off any moment.

    It showed a lady fitted out with a fur hat and fur boa who sat upright, raising a heavy fur muff that covered the whole of her lower arm towards the viewer. Gregor then turned to look out the window at the dull weather. Drops of rain could be heard hitting the pane, which made him feel quite sad.

  • Menjadi Full Time Mom Anti Baper Dan Bahagia

    Menjadi full time Mom anti baper dan bahagia bagaimana caranya? Seorang ibu menjalani waktu 24 merupakan bagian rutinitas yang luar biasa. Tidak hanya untuk menjalin ikatan dengan keluarga tercinta, tetapi juga melakukan aktivitas lainnya.

    Tak dipungkiri rutinitas full time Mom tiada henti dilakukan, sehingga rasa bosan atau jenuh pun mudah menghampiri. Namun, bosan dengan rutinitas yang dijalani adalah hal yang biasa terjadi. 

    Sering kali alarm tubuh akan kejenuhan yang dirasakan ditampik begitu saja dengan alasan masih banyak hal yang perlu dikerjakan atau tidak ingin menunda pekerjaan terlalu lama. Padahal tak bisa dipungkiri, Mom juga perlu melakukan me time untuk menjaga kondisi tubuhnya dan menstabilkan mood yang dirasakan. Lalu kapan sebaiknya Mom melakukan me time, apakah ada waktu tertentu?  

    Alarm Tubuh Seringkali Diabaikan

    Mulai dari fajar menyingsing, Mom sudah mulai berjibaku dengan kegiatan rumah tangga. Mulai dari merapikan kamar, menyiapkan sajian harian juga mengasuh anak-anak. 

    Baginya semua perlu dilakukan semaksimal mungkin agar rumah juga anggota keluarga merasa nyaman dan menyenangkan. Hingga tanpa terasa alarm kejenuhan itu pun datang.

    Kebayangkan bagaimana kondisi seperti itu? Terus apakah akan akibat dari mengabaikan kejenuhan itu? Dampak yang mungkin terjadi setelahnya, Mom jadi lebih sensitif, mudah marah dan terbawa emosi. 

    Nah, ini jadi alarm yang tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Perlu suatu hal yang nantinya bisa mengubah mood Mom kembali seperti sedia kala lagi. Apa ya ….

    Mom Anti Baper dengan Jalani Me Time

    Mom Anti Baper dan Bahagia

    Saat kondisi menurun, rasanya semua yang dilakukan menjadi kurang menyenangkan, mudah emosi, terasa letih bahkan apa yang dikerjakan juga terasa salah atau kurang sesuai. Disaat mood berkurang inilah, ada baiknya Mom melakukan rehat sejenak. Tidak perlu memaksakan diri untuk terus melanjutkan kegiatan, karena pekerjaan rumah akan terus ada, tanpa ada hentinya.

    Lakukan istirahat untuk menikmati apa yang Mom inginkan, kurang lebih sekitar 10-15 menit. Bila waktunya memungkinkan bisa juga lebih lama. Setelah itu, kondisi Mom akan menjadi lebih baik dan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas selanjutnya kembali.

    Kenapa me time hanya dilakukan sesaat? Karena disaat kondisi tubuh menurun, kita membutuhkan energi baru untuk memulihkan keadaannya. Meski waktu yang dilakukan hanya sejenak, tetapi mampu mendongkrak energi baru. Selanjutnya apa yang kita lakukan akan jadi lebih menyenangkan juga bisa membuat diri kita tersenyum ceria lagi.

    Mom Bahagia dengan Me Time Menyenangkan

    Istirahat sejenak untuk merilekskan tubuh perlu dilakukan kala tubuh benar-benar membutuhkan. Me time tidak selalu identik dengan hal yang mahal, tetapi bisa dinikmati dengan hal-hal yang mudah dan menyenangkan seperti :

    • Bermain bersama anak-anak.
    • Membaca buku kesukaan seperti novel, buku motivasi, dll.
    • Merangkai kata untuk menuangkan ide dan isi hati.
    • Nonton film kesukaan.
    • Berjalan sejenak di sekitar rumah.
    • Berkebun dengan tanaman kesukaan.
    • Pergi ke salon untuk perawatan diri.
    • Ngobrol dengan teman atau keluarga.
    • Shopping.

    Full Time Mom Anti Baper Bikin Bahagia 

    Nah, apa yang menjadi kesukaan Bunda saat me time? Pilihannya cukup beragam, bisa dilakukan sendiri, bersama keluarga, atau bisa juga merasakan me time yang lebih istimewa yaitu couple time bersama pasangan. Ini bisa jadi hal yang menyenangkan karena akan membuat hubungan Bunda dan pasangan jadi lebih mesra dan harmonis. 

    Menikmati rutinitas dalam kegiatan sehari-hari tentunya membutuhkan energi yang cukup, agar semua yang kita ingin lakukan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Apa jadilah jadinya jika kita melakukan aktivitas, tetapi tubuh tidak merasa sanggup untuk menjalaninya. Lelah, tidak bergairah, sedih, semua yang dijalankan seolah menjadi beban yang berat.  

    Rehatlah sejenak. Menenangkan fisik dan menyegarkan pikiran. Menikmati apa yang Bunda inginkan sesaat. Setelah itu, kondisi Bunda akan menjadi lebih baik dan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

    Baca juga :

    Kesimpulan

    Menjadi full time Mom anti baper dan bahagia mudah dilakukan. Di sela rutinitas kegiatan yang padat merayap, Bunda tetap berusaha untuk melakukan rehat sejenak. Beristirahat untuk merilekskan tubuh, mensuplai energi baru sehingga tubuh dapat tetap bersinergi dengan orang-orang terkasih. 

    Bunda menjadi bagian penting dalam keluarga dan kebahagiaan keluarga adalah segalanya. Senyum yang Bunda pancarkan akan memberikan warna indah bagi semua anggota keluarga. Love you Mom

     

    Salam bahagia,