Category: Parenting

You can add some category description here.

  • Benarkah Pengaruh Gizi Terhadap Kecerdasan Anak Begitu Besar

    Semua orang tua mempunyai harapan yang sama, yaitu buah hati tercinta menjadi anak yang sehat, cerdas, juga soleh/sholeha. Namun untuk mencapai harapan tersebut membutuhkan usaha dan perjuangan yang panjang. Anak membutuhkan perhatian akan asupan sehari-harinya, karena pengaruh gizi terhadap kecerdasan anak begitu besar. 

    Antisipasi generasi stunting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 menjadi bagian penting saat ini. Kenapa perhatian ini begitu besar? Karena stunting masih menjadi masalah gizi utama pada bayi dan anak usia dibawah 2 tahun.  

    Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Indonesia tahun 2022 masih cukup tinggi yaitu 21,6 persen. Tentunya kondisi ini menjadi hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Terlebih penyebab utama stunting adalah ibu hamil yang malnutrisi dan asupan nutrisi anak yang kurang optimal di masa pertumbuhannya.

    Benarkah  Gizi Mempengaruhi Kecerdasan Seorang Anak

    Gizi memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan kecerdasan seorang anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hingley et al. (2017), asupan gizi yang cukup akan mempengaruhi fungsi otak dan kognitif anak, sehingga meningkatkan kemampuan belajar dan berpikir. 

    Penelitian ilmiah pun telah menunjukkan bahwa gizi yang cukup berperan penting dalam memengaruhi kecerdasan seorang anak. Menurut Dr. Ir. Lilis Setiati, MSc, PhD, seorang ahli gizi dari Universitas Indonesia, nutrisi yang tepat dapat meningkatkan perkembangan otak anak, sehingga mempengaruhi kemampuan kognitif dan kecerdasan mereka.

    Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutritional Neuroscience juga menunjukkan bahwa asupan gizi yang seimbang, terutama dalam masa pertumbuhan awal anak, dapat mempengaruhi daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar mereka. Nutrisi-nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta vitamin dan mineral, berperan penting dalam memastikan otak anak berkembang dengan baik.

    Tak hanya itu, riset yang dilakukan oleh Universitas California juga menemukan hubungan antara kurangnya gizi dengan penurunan kecerdasan anak. Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi cenderung memiliki skor IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup.

    Gizi yang kurang atau tidak seimbang juga dapat berdampak negatif terhadap kecerdasan seorang anak. Menurut Kurniawan et al. (2019), kekurangan gizi dapat menyebabkan masalah perkembangan otak dan kognitif, sehingga menghambat kemampuan belajar dan berpikir anak.

    Hal ini menunjukkan bahwa gizi memainkan peranan yang sangat penting dalam pengembangan kecerdasan anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua dan pendidik untuk memberikan perhatian khusus terhadap asupan gizi anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal secara fisik maupun mental. Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang sudah pasti menjadi langkah awal yang perlu diterapkan guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang cerdas.

    Baca juga : 

    Gizi-Mempengaruhi-Kecerdasan-Anak

    Pengaruh Gizi Terhadap Kecerdasan Anak

    Tidak dipungkiri bahwa gizi merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan gizi dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kecerdasan anak. Sebaliknya, pemberian gizi yang cukup dan seimbang akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak, serta meningkatkan kecerdasannya. 

    Asupan gizi yang seimbang terutama terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh. Konsumsi makanan bergizi akan memberikan energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari, serta memperbaiki sel-sel otak dan saraf agar dapat berfungsi optimal.

    Studi telah menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Nutrisi yang baik juga dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan belajar dan berpikir anak.

    Selain itu, gizi yang baik juga dapat mendukung perkembangan otak anak pada masa kritis pertumbuhan, yakni pada masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Asam lemak omega-3 dan zat besi merupakan dua nutrisi penting yang dapat meningkatkan perkembangan otak anak.

    Asam lemak omega-3, terutama DHA, merupakan komponen penting dalam pembentukan sel-sel otak dan meningkatkan koneksi antar sel-sel otak. Protein juga penting untuk perkembangan otak, karena protein berperan dalam pembentukan neurotransmitter yang membantu komunikasi antar sel-sel otak. Vitamin dan mineral seperti vitamin B, C, E dan zat besi juga penting dalam mendukung fungsi otak yang optimal.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor John Stein dari Universitas Oxford, nutrisi yang cukup dapat meningkatkan fungsi otak serta memperbaiki kemampuan kognitif dan akademik anak. Nutrisi penting untuk perkembangan otak anak antara lain adalah asam lemak omega-3, protein, vitamin dan mineral.

    Kurangnya nutrisi yang cukup dapat berdampak negatif pada kecerdasan anak. Anak-anak yang kekurangan gizi cenderung memiliki kemampuan belajar yang terhambat, konsentrasi yang buruk, serta masalah dalam memori dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memberikan asupan gizi yang seimbang kepada anak.

    Pengaruh-Gizi-Terhadap-Kecerdasan-Anak

    Perkembangan Intelektual Anak Jika Kekurangan Gizi

    Perkembangan intelektual anak sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang mereka terima. Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada perkembangan otak dan daya kognitif mereka. Anak-anak yang kekurangan gizi cenderung memiliki kemampuan belajar yang rendah, kesulitan dalam memahami konsep abstrak, serta masalah dalam mengingat informasi.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat hubungan yang kuat antara kekurangan gizi dan perkembangan intelektual anak. Kekurangan gizi dapat menyebabkan gangguan pada fungsi neurotransmitter dalam otak yang berperan dalam proses belajar dan memori. Selain itu, kekurangan gizi juga dapat mengganggu perkembangan struktur otak anak, yang pada akhirnya akan memengaruhi kemampuan kognitif mereka.

    Makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, protein, dan karbohidrat kompleks hendaknya menjadi bagian dari pola makan sehari-hari anak. Selain itu, pendidikan tentang pentingnya gizi seimbang juga perlu ditingkatkan agar orang tua dapat memberikan perhatian yang cukup terhadap asupan gizi anak-anak mereka.

    Dengan memberikan perhatian yang cukup terhadap asupan gizi anak, diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan perkembangan intelektual mereka. Karena anak-anak adalah aset berharga bagi masa depan bangsa, dan kesehatan dan perkembangan intelektual mereka harus menjadi prioritas utama.

    Penutup

    Peran dan pengaruh gizi terhadap kecerdasan anak dari berbagai penelitian yang dilakukan menjelaskan bahwa makanan bergizi yang dikonsumsi oleh anak akan memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh otak untuk berkembang dengan baik. Komponen-komponen seperti asam lemak omega-3, vitamin B, dan mineral seperti zink dan besi, memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan daya ingat, fokus, dan konsentrasi anak.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua dan pendidik untuk memperhatikan asupan gizi anak agar dapat mendukung perkembangan kecerdasannya. Memberikan makanan bergizi dan seimbang yang mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan oleh otak adalah langkah awal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan anak.

    Sudah sejauh manakah perhatian kita selaku orang tua terhadap asupan nutrisi anak? Benarkah kita sudah memberikan yang sesuai kebutuhannya atau masih bergantung pada asupan tertentu saja sesuai kesukaan anak? Sharing yuk seputar asupan nutrisi anak dan kendalanya di sini! 

    Salam

    Sumber referensi:

    https://www.kemenkopmk.go.id/perlu-terobosan-dan-intervensi-tepat-sasaran-lintas-sektor-untuk-atasi-stunting#:~:text=Secara%20global%2C%20berdasarkan%20data%20UNICEF,diantara%20negara%2Dnegara%20di%20Asia

  • Cara Mendidik Anak agar Mandiri dan Bertanggung Jawab

    Semua orang tua punya harapan yang besar pada buah hatinya. Banyak hal yang dilakukan agar harapan demi harapan yang diinginkan kelak dapat terwujud dengan baik. Memilih pola pengasuhan yang sesuai, memenuhi semua kebutuhannya juga berupaya memberikan pendidikan yang terbaik. Tak heran jika masih banyak yang mempertanyakan bagaimana sih cara mendidik anak agar mandiri dan bertanggung jawab. Mudahkah menjawabnya?

    Woow, pasti upaya dan rasa yang ada di dada susah diungkapkan dengan kata-kata. Mengasuh dan membesarkan anak tidak hanya butuh beberapa tahun saja, tetapi prosesnya panjang dan panjang. Itulah yang membuat rasa di dada sulit diungkapkan. 

    Nikmati Proses Menjadi Orang Tua

    Saat sedang bercengkrama di sekolah, seorang ibu curhat, “apa perlu mendidik dengan cara militer karena kalau terlalu lembut anak bisa jadi malah jadi kurang greget atau malah manja?”

    “Jangan bersikap keras ke anak Bunda, karena nanti jiwanya jadi ikut keras juga,” jawab ibu yang lain.

    “Duh… jadi bingungkan harus bersikap kalau begini. Ini salah, itu juga kurang tepat. Terus saya mesti bagaimana kalau anak tanggung jawabnya kurang. Diperhalus sudah, tapi tidak ada perubahan justru anaknya makin santai. Akhirnya saya tegasin saja biar anak juga tahu batasannya,” jelas ibu yang curhat. 

    Kunci menjadi orang tua memang kudu belajar pola pengasuhan anak dan belajar memahami diri sendiri juga kepribadian anak. Seorang guru mengingatkan bahwa menjadi orang tua itu tidak bisa hanya mengikuti pola asuh yang pernah dialami, tetapi perlu belajar dan terus belajar menjadi orang tua yang bijak dan mampu memahami karakter anak. Karena perkembangan setiap anak adalah unik dan tidak dapat dibandingkan. 

    Menanamkan-Rasa-Tanggung-Jawab-pada-Anak Menurut-Para-Ahli

    Menanamkan Rasa Tanggung Jawab pada Anak Menurut Para Ahli

    Menanamkan rasa tanggung jawab pada anak merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan. Hal ini bertujuan agar anak dapat menjadi individu yang bertanggung jawab dan bisa mengambil keputusan dengan bijaksana di masa depan. Beberapa pandangan dari para ahli tentang cara menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, antara lain:

    1. Jane Nelsen dan Lynn Lott Penulis buku “Positive Discipline

    Menanamkan rasa tanggung jawab pada anak dilakukan dengan memberikan mereka kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Memperkenalkan tanggung jawab secara bertahap dan memberikan anak konsekuensi dari tindakan atau keputusan mereka.

    2. Dr. Laura Markham, Psikolog anak

    Menanamkan rasa tanggung jawab pada anak dapat dilakukan dengan memberikan mereka tugas-tugas yang sesuai dengan usia. Dalam proses ini, penting bagi orang tua untuk memberikan dukungan dan memberikan umpan balik positif agar anak merasa dihargai atas usaha mereka.

    3. Dr. Shefali Tsabary, Psikolog perkembangan anak

    Penting bagi orang tua untuk menjadi teladan dalam menunjukkan tanggung jawab. Dengan menjadi contoh yang baik, anak akan belajar mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

    4. Dr. Rosalind Wiseman, Penulis buku “Queen Bees and Wannabes

    Menanamkan tanggung jawab pada anak juga melibatkan mengajarkan mereka untuk menghormati kebutuhan dan perasaan orang lain. Melalui pemahaman tersebut, anak-anak akan menjadi individu yang bertanggung jawab dalam membuat keputusan yang memperhatikan semua pihak.

    Dalam menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, masing-masing ahli memiliki pendekatan yang berbeda, namun tujuan utamanya adalah mengajarkan anak untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka sendiri.

    Baca juga : 

    Menjadi Orang Tua Perlu Banyak Belajar

    Setiap anak berbeda karena mereka memiliki jiwanya masing-masing. Maka setiap proses yang dihadapi dan dijalani tentu mempunyai alurnya tersendiri. Tak adil rasanya jika kita membandingkan satu sama lain. Tentu semuanya membutuhkan proses. 

    Awalnya saya dan suami pun belajar secara bertahap untuk mengetahui karakter masing-masing anak. Memilih pola pengasuhan yang disepakati bersama dan melakukannya secara bertahap. Apakah selalu benar? Tentu tidak, bahkan pernah di tegur anak saat kami melakukan kesalahan. 

    Malukah? Sedikit, tetapi kami belajar untuk bisa memahami dan menyadari bahwa orang tua tidaklah selalu benar. Nobody perfect, termasuk orang tua. 

    Pengalaman diri sendiri, membaca berbagai literatur, sharing dari teman, mendengar petuah alim ulama juga para guru menjadi masukan yang berharga. Dapat memberikan gambaran mana yang bisa disesuaikan dengan kondisi anak dan diri pribadi. 

    Menjadi-Orang-Tua-Perlu-Banyak-Belajar

    Cara Rasulullah Mendidik Anak

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan teladan yang baik dalam mendidik anak-anak, antara lain:

    1. Memberikan contoh yang baik

    Rasulullah selalu memberikan contoh yang baik dalam kehidupannya sebagai seorang Muslim. Ia adalah teladan yang sempurna dalam segala hal. Beliau mengajarkan anak-anak dengan memberi contoh yang baik dalam segala aspek kehidupan, seperti kejujuran, kesabaran, dan tawakal kepada Allah.

    2. Membina hubungan yang baik

    Kepedulian dan perhatian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak-anak. Ia sering memperhatikan kebutuhan mereka dan berbicara kepada mereka dengan lembut dan penuh kasih sayang. Rasulullah juga mengajarkan anak-anak untuk menghormati dan menghargai orang tua.

    3. Memberikan perhatian yang cukup

    Selain memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anak, baik dalam mengajari mereka pelajaran agama maupun kehidupan sehari-hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun sering meluangkan waktu untuk mendengarkan dan berbicara dengan anak-anak.

    4. Mengajarkan budi pekerti yang baik

    Mengajarkan anak-anak untuk berbudi pekerti yang baik ditunjukkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kehidupan sehari-hari, seperti sopan santun, menghormati orang tua dan orang lain, dan berempati kepada sesama.

    5. Mendorong pembelajaran

    Selain mengajarkan dalam perilaku sehari-hari Rasulullah juga mendorong anak-anak untuk belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Beliau menganggap pendidikan sangat penting dan menjadikannya sebagai prioritas dalam mendidik anak.

    6. Mengajarkan rasa tanggung jawab

    Sikap bertanggung jawab atas tindakan dan pilihan anak-anak diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan memberikan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan mereka.

    7. Mendorong kemandirian

    Yaitu dengan mengajarkan anak-anak untuk mencari jalan keluar sendiri dalam menghadapi masalah dan kesulitan. Apapun hasil yang diperoleh menjadi sebuah usaha yang patut dihargai. 

    8. Membangun hubungan yang baik dengan Allah Ta’ala

    Anak-anak selalu diingatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar mendekatkan diri kepada Allah dalam segala hal. Beliau mengajarkan mereka untuk beribadah dan berdoa dengan tulus kepada Allah serta  menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Bahwa dunia ini sementara dan akhirat adalah tujuan utama dalam hidup.

    9. Mendorong kegiatan yang bermanfaat

    Anak-anak didukung untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dan produktif. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan anak-anak tentang pentingnya belajar, membaca, dan merawat lingkungan. Rasulullah juga mengajarkan anak-anak untuk membantu orang lain dan menjadi pemimpin yang baik di masyarakat.

    10. Mengajarkan nilai-nilai moral dan agama

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan agama. Beliau mengajarkan tentang pentingnya berbuat baik, jujur, dan adil juga mengingatkan tentang pentingnya beribadah dan menjalankan ajaran agama dengan benar.

    11. Membimbing dengan kasih sayang dan kebijaksanaan

    Membimbing anak-anak dengan kasih sayang dan kebijaksanaan, yaitu dengan memberikan nasihat dan arahan kepada mereka dengan lembut dan tidak memaksakan. Rasulullah juga memberikan kedisiplinan yang tepat jika diperlukan.

    12. Mengajarkan kesabaran

    Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi tantangan dan kesulitan hidup pun tak ketinggalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan yaitu dengan mengingatkan bahwa kesabaran adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan.

    Dalam mendidik anak, penting bagi orang tua untuk mengikuti contoh yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Dengan mengikuti metode yang diajarkan oleh Rasulullah, kita dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak-anak dan membantu mereka menjadi individu yang berakhlak mulia.

    Cara Mendidik Anak yang Baik

    Menjadi orang tua yang baik membutuhkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam mendidik anak. Beberapa literasi memberikan tips dalam mendidik anak yang baik, antara lain:

    1. Orang tua adalah role model

    Sebagai orang tua, hendaknya kita menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Jadilah teladan dalam hal etika, sikap, perilaku dan berbicara dalam keseharian.

    2. Menjalin komunikasi yang baik

    Berbicaralah dengan anak-anak secara terbuka dan jujur. Dengarkan mereka dengan penuh perhatian dan berikan mereka ruang untuk menyampaikan pendapat dan perasaan mereka.

    3. Memberikan perhatian dan kasih sayang

    Memberikan anak-anak perhatian penuh dan tunjukkan kasih sayang kepada mereka. Jadilah pendengar yang baik dan berikan pujian dan dorongan positif kepada mereka.

    4. Menetapkan batasan dan aturan yang jelas

    Tetapkan batasan dan aturan yang jelas terhadap anak-anak. Tak lupa jelaskan juga alasannya secara terperinci dan memberikan konsekuensi yang sesuai ketika aturan dilanggar.

    5. Mengajarkan pendidikan nilai-nilai

    Ajarkan anak-anak tentang nilai-nilai yang baik seperti kejujuran, rasa tanggung jawab, kerja keras, dan empati. Berikan mereka pemahaman tentang pentingnya membantu orang lain dan menjadi anggota yang berkontribusi dalam masyarakat.

    6. Kesempatan untuk berkembang

    Berikan anak-anak kesempatan untuk berkembang dalam berbagai bidang, seperti olahraga, seni, musik, dan lain-lain. Dukung minat dan bakat mereka dengan memberikan waktu dan sumber daya yang diperlukan.

    7. Monitoring dan pengawasan

    Pantau kegiatan dan pergaulan anak-anak. Pastikan mereka terlibat dalam aktivitas yang sehat dan aman, serta menghindari narkoba dan perilaku negatif lainnya.

    8. Memberikan dukungan emosional

    Mendukung anak-anak dalam menghadapi tantangan dan kegagalan. Ajarkan mereka untuk menghadapi masalah dengan kepala tegak dan bersikap positif. Tetapkan harapan yang realistis dan berikan mereka dukungan emosional ketika mereka menghadapi kesulitan.

    9. Ajarkan resolusi konflik

    Mengajarkan anak-anak tentang cara menyelesaikan konflik secara damai dan menghargai pendapat orang lain. Berikan mereka instrumen pengelolaan emosi yang positif dan bantu mereka memahami pentingnya komunikasi yang efektif.

    10. Menjalin kepercayaan

    Berikan anak-anak kepercayaan untuk membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab dalam hidup mereka. Biarkan mereka belajar dari kesalahan mereka sendiri dan tumbuh sebagai individu yang mandiri.

    Mendidik anak bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan komitmen dan kasih sayang yang tulus, sebagai orang tua kita dapat membantu anak-anak menjadi individu yang bertanggung jawab, beretika, dan memiliki nilai-nilai yang baik.

    Cara-Rasulullah-Mendidik-Anak

    Cara Mendidik Anak Agar Mandiri dan Bertanggung jawab

    Seorang anak tidak akan langsung tumbuh mandiri dan bertanggung jawab. Oleh karena itu perlu ada pembentukan karakter sejak dini. Orang tualah yang membentuk dengan pola asuh juga sentuhan yang hangat. 

    Maka penting memilih metode yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak juga selalu perhatikan perkembangan anak, bersabar dalam membantu mereka mempelajari dan mempraktikkan tanggung jawab dalam aktivitas sehari-harinya. Mengingat pula bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan dan kondisi yang berbeda, jadi bersabarlah dan terus mendukung mereka dalam proses pembelajaran ini.

    Penutup

    Pertanyaan bagaimana cara mendidik anak agar mandiri dan bertanggung jawab mudah untuk dijawab karena banyak literatur yang memberikan penjelasan. Namun realisasinya tidaklah mudah. Membutuhkan koordinasi banyak pihak, antara ayah, ibu, keluarga dan anak-anak.  

    Usaha demi usaha yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan suatu saat akan membuahkan hasil. Proses tumbuh kembang anak membutuhkan perjuangan sehingga perlu dinikmati dengan rasa bahagia.

    Salam semangat

    Sumber referensi:
    Nelsen, J., & Lott, L. (2016). Positive Discipline in the Classroom. Harmony.
    https://www.popmama.com/amp/mom-life/parenting/yessi-setiawati/5-tips-menanamkan-tanggung-jawab-pada-anak?page=all
    https://beeabd.com/read/Parenting/Ibunda%20Idaman/menanamkan-rasa-tanggung-jawab-pada-anak
  • Preschool Untuk Anak 2 Tahun, Sudah Perlukah Dilakukan?

    “Bu, tahu nggak dimana preschool untuk anak 2 tahun yang terbaik di dekat sini?”. 

    Kutipan ini adalah pertanyaan seorang ibu yang sedang asyik ngobrol seputar perkembangan anaknya. Ya terdengar begitu menggoda. Sebenarnya ingin rasanya mendengarkan sampai tuntas untuk tahu lebih jauh kelanjutannya, tetapi sayang ada yang sudah menunggu. 

    Alasan Orang Tua Merasa Perlu Menyekolahkan Anak Sejak Dini

    Pendidikan prasekolah atau preschool umumnya untuk anak 2-4 tahun. Perkembangan zaman yang semakin berkembang pesat membuat orang tua lebih memahami dan mengoptimalkan diri untuk mendukung tumbuh kembang anak di masa depannya. 

    Salah satunya dunia pendidikan dan preschool pun makin diminati para orang tua. Berbagai alasan demi alasan dituangkan untuk mewujudkan pendidikan sejak usia dini ini dilakukan, 7 alasan diantaranya adalah : 

    1. Anak Lain Sudah Masuk Sekolah

    “Teman seusia anak saya sudah banyak yang masuk sekolah jadi kenapa Angga tidak, nanti bisa ketinggalan donk!”

    Alasan ini banyak disampaikan para ibu hingga akhirnya anak pun ikut sekolah sesuai keinginan orang tua tanpa memastikan kembali kondisi anak. 

    2. Tidak Ingin Ketinggalan dengan Anak Lain

    Kekhawatiran ini sebenarnya wajar karena semua orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Selain itu juga berharap masa depan anaknya kelak bisa jauh lebih baik daripada dirinya. Namun kembali lagi, kemampuan dan kesiapan setiap anak itu berbeda-beda. So, bolehkah kita tetap memaksakannya?

    3. Ingin Anak Melakukan Aktivitas

    Bagi orang tua yang bekerja dan meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh atau dititipkan pada orang tua berkeinginan anak pun mempunyai aktivitas yang jelas. Hal ini membuat mereka memilih untuk menyekolahkan anak-anak sejak dini. 

    “Dunia anak adalah dunia bermain, karenanya anak harus diakomodasi kebutuhannya untuk bergerak secara aktif. Memilih prasekolah sebaiknya orang tua harus mengetahui dengan baik kurikulum yang dimiliki sekolah. Saat ini orang tua cenderung mengedepankan kecerdasan intelegensi dibandingkan kemampuan fisik dan bermain anak-anak. Akibatnya anak tidak bisa mengembangkan kreativitas dan tingkat kecerdasan sosialnya rendah.” (Reni Kusumowardhani, Psikolog) 

    4. Ingin Punya Banyak Teman

    Dunia anak adalah dunia bermain. Namun apa jadinya jika mereka hanya berada di sekitar rumah saja. Nonton tv, main dengan pengasuh atau kakek/nenek, games, dll. Kekhawatiran inilah yang membuat orang tua menyekolahkan anaknya. 

    5. Anak Butuh Aktivitas Terarah

    Saat melakukan aktivitas bersama anak, sebagian orang tua merasa kesulitan untuk kegiatan yang menyatu dan menyenangkan. Ya, karena kurangnya ide. Alhasil orang tua dan anak melakukan aktivitas masing-masing. 

    Alasan-Orang-Tua-Merasa-Perlu-Menyekolahkan-Anak

    6. Sekolah Bersama Kakak

    “Tidak apa kok adik ikut sekolah juga, apalagi di sekolah yang sama.” Ini menjadi alasan orang tua segera menyekolahkan anaknya. Padahal jika si anak boleh menjawab, tentu akan lebih memilih di rumah dulu dengan alasan belum siap sekolah. Ya, lagi-lagi faktor kesiapan seorang anak perlu diperhatikan sebelum benar-benar menyekolahkannya sejak dini. 

    7. Gengsi

    “Udah gak papa kok adik sekolah sekarang. Banyak lho anak teman Bunda yang anaknya seusia adik sudah pada sekolah. Tetangga kita juga sama kok.” 

    Faktor ego jadi alasan anak harus segera sekolah. Tidak ingin anak-anak ketinggalan dengan anak yang lain di sekitarnya. 

    Baca juga :

    Preschool Untuk Anak 2 Tahun, Tepatkah? 

    Kalau ditanya kapan sih sebaiknya anak mulai boleh sekolah? Tentu semua orang tua punya beragam jawaban. Bahkan jika diurai bisa dari A-Z. Panjang ya.

     

     

    Salam,

  • Tips Pengembangan Minat dan Bakat Anak Usia Dini dengan Inner Strength BISKUAT ACADEMY 2022

    Setujukah Bunda dengan pendapat bahwa setiap anak adalah unik sehingga tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Bahkan anak kembar pun mempunyai banyak perbedaan. Keunikan karakter inilah yang membuat perlu adanya pengembangan minat dan bakat anak sejak usia dini

    Kemampuan dan Perkembangan Setiap Anak Adalah Unik

    Rio biasanya asyik menikmati kebersamaan dengan tiga sahabat karibnya. Banyak hal yang dia lakukan baik setelah pulang sekolah atau saat hari libur. Mengayuh sepeda menembus laju kendaraan di tengah kota Jogja, bermain sepak bola atau bercengkrama bersama.

    Namun kebersamaan itu sudah beberapa hari ini terasa hilang. Kegiatan yang biasa dilakukan berubah menjadi aktivitas masing-masing. Rio tidak bisa kumpul bersama teman karibnya lagi. 

    Kondisi Rio yang merupakan seorang survivor (penyintas AIDS) diketahui oleh beberapa orang tua murid dan pihak sekolah. Hal ini membuat para orang tua murid meminta sekolah untuk mengeluarkan. Tidak hanya dikucilkan oleh lingkungan sekolah saja, tetapi Rio dan neneknya juga dijauhi oleh tetangga bahkan ada yang mengusirnya. 

    Apakah jalinan persahabatan Rio, Rendy, Tono, dan Andi jadi terputus? Alhamdulillah tidak. Justru sebaliknya, ketiga sahabat Rio membantu menguatkan dan memberikan pemahaman pada orang tua masing-masing. Mereka juga berusaha menguatkan Rio dengan melakukan belajar bersama agar dia tidak ketinggalan pelajaran. 

    Keakraban dan kedekatan mereka terjalin karena kebaikan hati dan bentuk ketulusan. Rasa saling menyayangi  membuat ketiganya memberikan support sepenuhnya untuk Rio hingga akhirnya dia bisa melanjutkan sekolah lagi. 

    Peran-Orang-Tua-dalam-Mengoptimalkan-Perkembangan-Anak-Sejak-Usia-Dini

    Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkan Perkembangan Anak Sejak Usia Dini

    Sejak usia dini sebenarnya anak sudah menunjukkan potensi yang dimilikinya. Namun tidak semua orang tua bisa memahaminya. Maka untuk mendukung dan mengembangkan kemampuan anak mereka mengkursuskan ke tempat bimbingan tertentu. 

    Ya, karena setiap anak memiliki potensi unggulan yang bisa dikembangkan sehingga nantinya mereka dapat menjalani dengan penuh suka cita dan memaksimalkannya. Orang tua pun memberikan support semaksimal mungkin untuk masa depannya. 

    “Anak lahir dengan segala keunikan potensi yang antara satu dengan yang lain tidaklah sama, bahkan anak kembar sekalipun. Maka dari itu tugas orang tua adalah menyiapkan lingkungan yang memungkinkan potensi-potensi yang dimiliki anak untuk bisa berkembang dengan maksimal.” ~ Jean Piaget 

    Cara Pengembangan Minat dan Bakat Anak

    Memahami dan mengenal potensi yang ada dalam diri anak tentu tidaklah mudah. Sekalipun sebagai ibu yang lebih dekat dengan anak, tetap akan membutuhkan waktu untuk menggalinya lebih dalam hal tersebut. Dari kisah Rio, saya belajar memahami bahwa keterbatasan kondisi yang dialaminya tidaklah membuat dia berputus asa. 

    1. Karakter yang baik

    Orang tua adalah role model anak dan harapan semua orang tua sama yaitu ingin anaknya tumbuh sesuai harapan. Memiliki karakter yang baik, mendapatkan pendidikan optimal dan kondisi kesehatannya terus terjaga. 

    Sejak usia 2 tahun, anak sudah mulai bisa merasakan mana yang menunjukkan sikap baik dan tidak. Bahkan dengan kepolosannya mampu menunjukkan bagaimana sikap baik yang selayaknya dilakukan. 

    2. Lingkungan kondusif

    Lingkungan sekitar kita memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan anak. Setiap hari berinteraksi dengan lingkungan baik secara langsung maupun tidak membuatnya memahami apa dan bagaimana kondisi di sekitarnya. Kemudian ada yang secara perlahan mengikuti yang yang didengar dan dilihatnya. 

    3. Motivasi yang kuat

    Motivasi adalah proses di dalam diri seseorang yang terus aktif, mendorong, memberikan arah yang benar serta menjaga perilaku setiap saat. Ini menjadi salah satu bagian yang mempengaruhi potensi anak. 

    4. Bonding keluarga

    Keluarga yang cerdas, hebat dan kuat akan mampu mencetak generasi penerus yang berkualitas dengan karakter yang kuat, sehingga menjadi pelaku kehidupan yang berguna. 

    “Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki. 

    Jika ia dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi. 

    Jika ia dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri. 

    Jika ia dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri. 

    Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri. 

    Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri. 

    Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai. 

    Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya. 

    Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri. 

    Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya.” ~ Dorothy Law Nolte

    Cara-Pengembangan-Minat-dan-Bakat-Anak

    Menjaga Inner Strength Anak

    Apa sih inner strength itu? Yaitu kekuatan mental yang tercerminkan oleh kekuatan karakter yang ada dalam diri setiap anak. Apabila kekuatan tersebut terus diasah dan dibentuk dengan baik maka akan mampu menciptakan generasi yang memiliki jiwa kuat, pemberani, baik hati, percaya diri serta tangguh. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan sepenuhnya dari orang tua dengan menggali dan mengenali minat juga bakat anak. 

    Rio dapat bangkit dari kondisi sedihnya karena mendapatkan dukungan dari sang nenek. Menjadi yatim piatu dan harus terus minum obat pendukung daya tahan tubuh tidak membuatnya patah semangat. Apalagi sang nenek sebagai orang tua pengganti menjadi bagian penting dalam kehidupannya dan motivasi yang diberikannya membuat Rio tersadar bahwa kehidupannya masih panjang. Oleh karena itu dia tidak boleh menyerah. Ada banyak potensi yang dimiliki dan nenek akan terus membantunya menggapai cita-cita. 

    Sang nenek juga tahu betul apa potensi yang terpendam dalam diri cucunya. Salah satu kegemarannya adalah bermain bola dan bercita-cita ingin menjadi bintang seperti Bambang Pamungkas. Bukan tidak mungkin nantinya akan terwujud. Kekuatan dalam dirinya yang akan membuat dia terus berusaha, pantang menyerah dan tidak berputus asa.

    Sepak Bola, Olahraga Kesukaan Anak Laki-laki

    Semua anak punya mimpi dan harapan yang ingin diwujudkan untuk masa depannya. Tidak sedikit juga yang mengalami perubahan cita-cita seiring bertambahnya usia. Namun, potensi yang tidak terbatas dalam setiap diri akan membuatnya terus berusaha meraih harapan tersebut. Tidak terbatas dalam hal akademik saja, tetapi juga bisa non akademik. 

    Sepak bola merupakan salah satu kesukaan anak laki-laki. Alasan mereka pun beragam. Ada yang suka karena keseruannya, cinta dengan sepak bola, ingin menjadi pemain bola terkenal, bisa mendapatkan teman yang kompak dan berbagai alasan lain.

    Dibalik semua alasan yang ada, sepak bola memberikan banyak manfaat untuk perkembangan anak, antara lain :

    • Membangun kepekaan sosial
    • Mengembangkan kepribadian baik
    • Melatih kekuatan otot dan tulang
    • Belajar mengendalikan emosi
    • Meningkatkan konsentrasi dan fokus
    • Menjaga kebugaran tubuh
    • Mengembangkan kemampuan motorik
    • Meningkatkan empati

    Biskuat-Academy-2022

    Biskuat Academy 2022

    Suka dengan snack Biskuat? Itu lho biskuit yang terbuat dari perpaduan susu dan gandum sehingga cita rasanya enak, lezat dan menyehatkan. Hadir dengan 2 varian rasa yaitu original dan coklat. Favorit keluarga saya adalah rasa coklat. Biskuat ini merupakan salah satu brand unggulan Mondelez Internasional yang memiliki purpose-Ied brand (tujuan mulia) untuk menciptakan #GenerasiTiger yaitu membentuk anak-anak yang memiliki kekuatan baik dari dalam (inner strength) dan berprestasi.  

    Biskuat menyelenggarakan BISKUAT ACADEMY 2022 dengan tujuan untuk mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia yang ingin mengembangkan potensinya di bidang non akademik. Bagaimana caranya? yaitu dengan meningkatkan keterampilan sepak bola melalui pelatih berlisensi UEFA A yaitu Coach Timo Scheunemann yang merupakan wujud persiapan untuk menjadi tim pemain bola masa mendatang. Selain itu juga akan hadir Coach Aji yang merupakan Pelatih Inspirasional, pelatih yang berjasa dalam membentuk pemain sepak bola handal Indonesia.  

    Andhika J. Lestari selaku Senior Brand Manager Biskuat menjelaskan bahwa tahun ini adalah tahun keempat pelaksanaan BISKUAT ACADEMY. “BISKUAT ACADEMY konsisten hadir untuk mengembangkan skill yang dibutuhkan generasi muda agar dapat menjadi pemain sepak bola handal dengan senantiasa mendukung ‘kekuatan baik dari dalam (inner strength)’ anak, seperti berani, percaya diri, baik hati, dan tangguh. Melalui olahraga sepak bola, Biskuat percaya bahwa anak dapat mengembangkan berbagai karakter kuat dan positif saat berinteraksi dengan orang lain maupun diri sendiri”.

    Tujuan BISKUAT ACADEMY pun untuk dapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

    “Sejak tahun 2021, Kemendikbud Ristek memberikan dukungannya kepada BISKUAT ACADEMY yang sejalan dengan visi dan misi Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek dalam mewujudkan pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong-royong, dan berkebinekaan global,” ungkap Minhajul Ngabidin, S.Pd., M.Si, selaku Widyaprada Ahli Madya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

    Penjelasan yang tidak jauh berbeda pun disampaikan Dr. Raden Isnanta, M.Pd. selaku Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, “Sejak tahun 2019 Kemenpora memberikan dukungan penuh kepada BISKUAT ACADEMY karena memiliki kesamaan visi dalam hal peningkatan prestasi olahraga dan persiapan generasi sepak bola masa depan Indonesia.”

    Inner-Strength-BISKUAT-ACADEMY-2022

    Kegiatan Acara BISKUAT ACADEMY 2022

    Inner Strength BISKUAT ACADEMY 2022 menjadi salah satu wadah dan kesempatan untuk mendukung potensi anak dalam bidang non akademik, yaitu melalui olahraga sepak bola. Tahun keempat ini hadir dalam format Sepak Bola Online dengan rangkaian kegiatan yang menarik. 

    Sebuah impian akan menjadi hasil nyata yang membanggakan bila mendapatkan dukungan dari  orang tua, guru dan masyarakat sekitar. BISKUAT ACADEMY 2022 bukan hanya sekadar untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak, tetapi untuk membantu memberikan motivasi yang kuat bahwa potensi yang ada dan terus dibentuk akan membuatnya semakin kuat. Olahraga sepak bola tidak hanya menjadi sebuah kegiatan selingan semata, tetapi dapat dikembangkan dan mengasah skill sepak bola generasi muda. 

    Zaskia Adya Mecca selaku Selebriti/Mom Influencer pun ikut memberikan dukungan. “Saya percaya kekuatan baik dari dalam (inner strength)’ bukan hanya diukur secara fisik atau akademis saja, namun juga kuat secara mental yang tercermin dari kekuatan karakter. Kegiatan Sekolah Bola Online BISKUAT ACADEMY 2022 menjadi salah satu kesempatan terbaik untuk pengembangan karakter sekaligus menggali potensi anak-anak saya. Saya juga ingin mengajak orang tua di luar sana agar dapat melihat kesempatan ini guna mendukung potensi sepak bola anak.”

    Kegiatan-Acara-BISKUAT-ACADEMY-2022

    Sekolah Bola Online 2022 hadir dengan jumlah kelas yang lebih banyak dari tahun sebelumnya agar dapat memberikan kemudahan akses dan mampu menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia. Terdapat tujuh kelas yang dilaksanakan mulai 25 September dan 9 Oktober 2022; 23 Oktober dan 9 November 2022; 20 November dan 11 Desember 2022; dan kelas terakhir yaitu pada tanggal 18 Desember 2022. 

    Grand Final Sekolah Bola Online akan diselenggarakan pada 22 Januari 2023. Untuk mengikuti BISKUAT ACADEMY 2022 cukup dengan membeli produk Biskuat dan mengirimkan pesan ke Whatsapp Official Biskuat 0812 1222 5919 untuk mendapatkan akses menonton Sekolah Bola Online di website Biskuat Academy .

    Pengembangan-Minat-dan-Bakat-Anak-Usia-Dini-dengan-Inner-Strength-BISKUAT-ACADEMY-2022

    Penutup

    Tak dipungkiri bahwa pengembangan minat dan bakat anak dilakukan sejak usia dini. Orang tua menjadi pendukung utama dalam mengembangkan potensi yang ada pada buah hatinya. Semua orang tua memiliki harapan yang sama untuk anak-anaknya. Tidak hanya membantu mendukung potensi akademiknya saja tetapi juga non akademik. 

    Anak Indonesia adalah anak yang berkarakter baik, kuat, percaya diri, pemberani dan tangguh. Anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan akan mengharumkan negeri ini dengan karya juga prestasi terbaik. Siapa yang bisa memberikan dukungan mereka untuk mampu meraih cita-cita yang tinggi jika bukan orang tuanya. Ya, dukungan dan motivasi yang kuat akan membuat mereka nantinya tersenyum bangga. 

    Simak video inspirasi BISKUAT ACADEMY 2022 Seorang Pelatih yang Membuat Perubahan #BiskuatDukungMimpimu #BiskuatAcademy2022 untuk semakin membangkitkan semangat anak Indonesia. 

    Maju terus anak Indonesia, tingkatkan semangatmu. Raih citamu dan jangan pantang menyerah.

    Salam, 

    Referensi :

    Film Rio The Survivor

    https://www.gramedia.com/literasi/manfaat-permainan-sepak-bola/

  • Memahami Sejarah Qurban Secara Singkat dan Jelas Dalam Kehidupan

    Sudahkah kita semua memahami bagaimana sebenarnya sejarah qurban secara singkat dan jelas? Setelah tahu bagaimana sejarahnya, sudahkah kita menceritakan sejarah qurban tersebut dengan jelas kepada anak-anak?

    Pemahaman tentang sejarah qurban memang sudah selayaknya kita kenalkan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya agar mereka juga bisa memahami dengan baik apa sebenarnya hari qurban itu dan kisah yang terjadi dibalik hari qurban tersebut. 

    Sejarah Singkat Tentang Qurban Dalam Agama Islam

    Hari Raya Idul Adha diperingati oleh umat Islam setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Seperti yang kita ketahui bahwa perayaan hari besar ini identik dengan sejarah kisah Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail a.s.

    “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108) : 1-2)

    Dalam Al Quran dijelaskan bagaimana awal mulanya yaitu Nabi Ibrahim a.s. bermimpi mendapatkan perintah dari Allah Swt. untuk menyembelih anaknya. Setelah terbangun Nabi Ibrahim pun merasakan kesedihan yang mendalam. Putra tercinta, Nabi Ismail yang sempat terpisah lama dengannya harus dikorbankan.

    Sebagai seorang Nabi dan Rasul yang taat kepada perintah Allah Swt. beliau pun tidak bisa menolak perintah tersebut. Bertanyalah Nabi Ibrahim a.s. kepada putranya, “Wahai Anakku, saya mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih-mu dan karena ini merupakan perintah dari Allah, maka saya tidak bisa menolaknya”.

    Tanpa diduga reaksi Nabi Ismail langsung mentaati dan tidak membantah atas permintaan ayahnya. Karena Nabi Ismail a.s. percaya akan apa yang disampaikan oleh ayahnya. 

    “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintah oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku Insya Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah,’’ (QS. Ash-Shaffat:102)

    Mendengar jawaban putranya, Nabi Ibrahim menangis. Penuh rasa haru dan kemudian, Nabi Ibrahim dengan penuh keikhlasan melaksanakan perintah Allah. Membawa Nabi Ismail pergi ke atas bukit.

    Segala persiapan pun dilakukan Nabi Ibrahim untuk proses penyembelihan, tetapi saat akan dieksekusi, Allah Swt. menurunkan perintah dengan memperbolehkan mengganti qurban tersebut dengan seekor domba, bukan putranya.

    Tujuan-Berkurban-Dari-Kisah-Sejarah-Qurban
    Keutamaan dari Berkurban

    Tujuan Berkurban Dari Kisah Sejarah Qurban 

    Dibalik kisah sejarah qurban yang singkat dan jelas tersebut terdapat tujuan bagi umat Islam. Yaitu menjalankan ibadah qurban untuk mendapatkan keridhaan Allah Swt. Ibadah qurban dilakukan untuk memperkuat dan mempertebal ketaqwaan kita kepada Allah dan Allah Swt. akan menilai ibadah ini sebagai wujud ketaqwaan hamba kepada-Nya. 

    “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS Al Hajj, 22: 37)

    Yang Pertama Kali Berkurban Berdasarkan Sejarah Qurban

    Secara historis, ibadah qurban sudah ada sejak Nabi Adam a.s. Dalam tafsir al-Misbah, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa qurban pertama kali yang terjadi di muka bumi ini adalah qurban yang diselenggarakan oleh dua putra Nabi Adam yaitu Habil dan Qabil  kepada Allah Swt.

    Sedangkan secara formalistik, sejarah ibadah qurban bermula dari Nabi Ibrahim a.s. yaitu, saat bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail a.s.

    Nabi Muhammad saw. melakukan qurban pada waktu Haji Wada di Mina setelah shalat Idul Adha. Beliau menyembelih 100 ekor unta, 70 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan 30 ekor disembelih oleh Sayyidina Ali radhiyallahu anhu. 

    “Tiada satu amalpun yang dilakukan seorang anak manusia pada  Yaumun-Nahr (hari raya qurban) yang lebih dicintai oleh Allah selain menumpahkan /mengalirkan darah (hewan qurban yang disembelih). Maka berbahagialah kamu karenanya” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

    Yang-Pertama-Kali-Berkurban-Berdasarkan-Sejarah-Qurban
    Ayat yang Menjelaskan Tentang Berkurban

    Keteladanan dari Sejarah Qurban Singkat dan Jelas Dalam Pengasuhan Anak

    Anak merupakan amanah Allah ‘azza wa jalla. Masa tumbuh kembangnya cukup panjang dan dalam proses pertumbuhannya tersebut membutuhkan role model yang nantinya dapat dijadikan panutan. 

    Nabi Ibrahim a.s. merupakan sosok ayah memberikan panutan terbaik. Tidak pernah berbohong, menjadi teladan dan bisa dipercaya juga tidak pernah menyakiti perasaan dan mengecewakan anaknya. Sikap inilah yang membuat Nabi Ismail berbakti dan dengan ikhlas mau mengikuti kehendak ayahnya untuk memenuhi perintah Allah Swt. 

    Sebagai orang tua, Nabi Ibrahim menjadi contoh dalam pengasuhan anak. Berdasarkan kisahnya, Nabi Ibrahim merupakan ayah dan manusia yang menjadi suri tauladan bagi keluarga, bangsa, umat dan seluruh umat manusia pada zamannya. Ujian yang datang tidaknya gentar justru menambah ketakwaan kepada Allah Swt. 

    Keteladanan ini yang selayaknya menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua. Tidak hanya terpaku pada pola pendidikan yang didapatkan dari masa kecil dulu, tetapi mau terus belajar dan menggali ilmu agar bisa menjadi orang tua yang lebih baik. 

    Memberikan Pemahaman Sejarah Qurban Singkat dan Jelas Pada Anak

    Pada jelang hari raya Idul Adha anak-anak akan melihat banyaknya kambing dan sapi yang terlihat di lahan-lahan terbuka. Jumlah saat ini memang jauh berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya. Karena adanya kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang banyak terjadi di beberapa daerah. 

    Momentum seperti ini biasanya saya jadikan sebagai media edukasi untuk anak. Menjelaskan bagaimana sejarah qurban secara singkat dan jelas. Apa yang dialami Nabi Ibrahim beserta putra tercintanya, Nabi Ismail a.s. dan apa sebenarnya tujuan dari berkurban. 

    “Bunda, kenapa sih kita harus berkurban terus motongnya dilapangan dan dibagi-bagi?”, tanya Syifa yang usianya menjelang TK. 

    “Syifa masih ingat bagaimana kisah Nabi Ibrahim yang pernah bunda ceritakan waktu lalu? Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah Swt. untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail a.s. Padahal siapa sih ayah yang tidak sayang dengan anaknya dan apalagi Nabi Ismail sudah lama tidak bersama dengan ayahnya.”

    “Allah Swt. adalah Tuhan sekalian alam yang perintah-Nya wajib kita taati. Maka Nabi Ismail pun tidak keberatan dengan perintah tersebut, tetapi Allah segera meminta Nabi Ibrahim untuk menggantinya dengan domba.”

    “Syifa tahukan siapa yang menciptakan manusia dan segala isinya, baik hewan, bulan, tanaman dan semua makhluk hidup?”, Syifa pun mengangguk perlahan, “Allah Swt. kan Bunda.”

    “Ya, Allah Swt. adalah Maha Pencipta dan pemilik alam semesta dan sudah semestinya kita sebagai hamba-Nya taat dan patuh akan semua perintah-Nya. Begitu juga saat punya keinginan kita berdoa kepada Allah Swt. yaitu meminta hanya kepada Allah bukan kepada makhluk lainnya.”

    Untuk lebih memudahkan pemahamannya, saya menjelaskan seputar qurban melalui media ebook. Ya, aplikasi ebook ini membuat dia semakin memahami bagaimana kisah sejarah qurban secara singkat dan jelas. 

    Peran-Digital-Untuk-Pengembangan-Ilmu
    Memanfaatkan Perkembangan Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Diri

    Peran Digital Untuk Pengembangan Ilmu

    Perkembangan dunia digital terus semakin melesat. Era digital tidak hanya didominasi oleh satu kalangan usia saja, tetapi semua umur ikut menikmatinya. Anak-anak hingga lansia. 

    Masa pandemi selama dua tahun lebih menjadi pembelajaran berharga bagaimana kita menghadapi situasi yang sulit dengan berbagai keterbatasan. Semua aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah membuat imun tubuh menjadi lebih terkuras. Namun majunya teknologi digital membuat akses tetap bisa dilakukan tanpa batas. 

    Dampak positif yang kita dapatkan dari teknologi digital, yaitu : 

    • Proses komunikasi jadi lebih mudah
    • Mempermudah mendapatkan banyak informasi
    • Ragam literasi menjadi lebih banyak
    • Membantu perekonomian dengan berbagai jenis usaha
    • Meningkatkan kreativitas, dll. 

    Seperti sisi mata uang, ada dampak positif juga ada negatifnya. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut maka perlu ada pengawasan dan kontrol agar aktivitas yang dilakukan tidak membuat diri ketergantungan hingga kebablasan. 

    Layanan internet provider tentu menjadi bagian dari teknologi digital yang ada. IndiHome merupakan layanan internet cepat resmi dari Telkom Group. IndiHome hadir dengan menggunakan jaringan fiber optik dan tersebar di seluruh negeri membuat akses menjadi lebih mudah, lebih cepat, stabil dan tahan terhadap cuaca. Alhasil semua aktivitas yang kita lakukan bisa lebih optimal. 

    Penutup  

    Memahami bagaimana sejarah qurban singkat dan jelas akan membuat kita semakin merasa bahwa keberadaan kita sangatlah tergantung kepada Allah Swt. Berkurban merupakan salah satu wujud rasa syukur dan patuh akan ketetapan-Nya. Dukungan ibadah haji juga melakukan ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah Swt. 

    Semakin berkembangnya dunia digital membuat kita makin memahami banyak hal yang sebelumnya belum kita ketahui. Akses digital yang terus dimanfaatkan dengan baik tentu akan mendukung keilmuan dan meningkatkan rasa syukur kita juga. 

    Yuk, terus memanfaatkan akses digital sebaik mungkin agar terus berkembang lebih baik dan mampu memberikan kebermanfaatan juga untuk sekitar kita. 

    Salam, 

    Signature-duniaanakceria

    Sumber :

    https://mui.or.id

  • Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Para Ahli

    Pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli, apakah itu? Setiap keluarga tentu sudah memiliki cara untuk pengasuhan untuk buah hatinya. Pengasuhan orang tua tersebut nantinya akan memberikan dampak pada tumbuh kembang anak kelak. 

    Berdasarkan rujukan tersebut nantinya akan membantu kita menentukan pilihan, mana yang ingin dipilih dalam menjalin kebersamaan dengan buah hati. Tentunya apapun pilihan yang diambil sudah melalui berbagai pertimbangan. 

    Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Para Ahli

    Pemilihan pola pengasuhan anak dapat disesuaikan oleh banyak faktor, seperti pengalaman masa lalu, mengikuti saran ahli parenting, dilakukan secara alami, ingin memberikan kebebasan pada anak, dan sebagainya. 

    Berdasarkan pola pengasuhan inilah yang membuat karakter setiap anak berbeda-beda. Anak tumbuh dan berkembang menjadi jiwa yang unik dan sudah selayaknya kita menghormati perbedaan yang ada. Tidak membandingkan atau mengucilkan perbedaan tersebut.   

    Pola asuh anak merupakan suatu proses untuk mendukung perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, sosial juga finansial anak mulai dari bayi sampai kelak dewasa. 

    Jenis Pola Asuh Orang Tua Menurut Para Ahli

    Pola Asuh Orang Tua

    Psikolog Diana Baumrind telah melakukan penelitian pada 100 anak lebih sejak tahun 1960-an dan mendapatkan tiga cara pola asuh anak. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Eleanor Maccoby dan John dan menambahkan satu cara pola pengasuhan. 

    Berikut empat jenis pola asuh berdasarkan dari penelitian tersebut :

    1.Pola Asuh Orang Tua Otoriter

    Orang tua mempunyai peraturan yang cukup ketat dan apabila dilanggar maka anak akan mendapatkan hukuman. Tujuan pola asuh ini adalah anak-anak dapat berbuat baik dan tidak melakukan kesalahan.

    Berdasarkan penelitiannya Baumrind menjelaskan bahwa orang tua yang melakukan pola asuh otoriter memiliki orientasi yang lebih pada kepatuhan dan status. Buah hati memang menjadi pribadi yang patuh dan cakap. 

    Meski demikian mereka cenderung menjadi pribadi yang tidak bahagia, kemampuan sosialnya kurang dan memiliki harga diri yang rendah. 

    2.Pola Asuh Orang Tua Demokratis 

    Pola asuh demokratis yaitu orang tua menerapkan peraturan untuk mendukung perkembangan buah hatinya, tetapi lebih bersifat demokratis. Berusaha responsif dan mau mendengarkan keluh kesah anak dengan penuh kasih sayang. 

    3.Pola Asuh Orang Tua Permisif 

    Orang tua memberikan pola asuh yang senang memanjakan dan memiliki harapan tertentu terhadap buah hatinya. Pola pengasuhan ini memang lebih responsif dibandingkan dua pola asuh sebelumnya. 

    4.Pola Asuh Orang Tua Lalai     

    Dalam pola asuh ini, peran orang tua cenderung tidak menuntut, tidak responsif juga kurang komunikasi. Hasilnya anak tidak memiliki kontrol diri terhadap apa yang dilakukannya di kemudian hari. 

    Pola Asuh Anak yang Baik

    Tidak dipungkiri bahwa setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk semua buah hatinya, tanpa terkecuali. Bagi orang tua bentuk apapun yang dilakukan untuk anak merupakan wujud kasih sayangnya. Memahami pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli dapat menjadi tambahan ilmu untuk memantapkan pemilihan pola asuh anak. 

    Oleh karena pola pengasuhan adalah investasi untuk jangka panjang karena hasilnya tidak akan langsung dapat dirasakan saat ini juga. Sehingga membutuhkan waktu dan kesabaran dalam menjalani prosesnya. Ya, semua berproses dan kondisinya disesuaikan dengan masa tumbuh kembang anak. 

    Pola asuh anak yang baik akan membentuk karakter anak yang baik juga, seperti memiliki rasa empati, mampu menempatkan diri dimanapun dengan baik, mempunyai jiwa kemandirian, keceriaan, kejujuran, rasa kasih sayang serta pengendalian diri yang baik.

    Baca juga :

    Kesimpulan

    Memahami pengertian pola asuh orang tua menurut para ahli tentu akan membuat kita selaku orang tua mampu memahami mana yang sesuai dengan kondisi buah hati. Meskipun faktanya gaya pola asuh anak pada setiap keluarga tentunya memiliki perbedaan. 

    Namun demikian semua orang tua mempunyai niatan yang sama, yaitu ingin memiliki generasi sesuai harapan. Oleh karena itu pemilihan pola asuh disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Jenis pola asuh manakah yang Bunda dan pasangan terapkan untuk mendukung perkembangan buah hati?

     

    Salam bahagia,

     

  • Pengertian Pola Asuh Orang Tua yang Perlu Diketahui

    Pengertian pola asuh orang tua yang perlu diketahui, apakah itu? Sudahkah Bunda tahu maknanya? Bisa jadi kita sudah memahami maknanya sebagian. Kalau dari apa yang kita kenal selama ini, pola asuh adalah bagaimana orang tua memberikan pemahaman dan pendidikan sejak dini kepada buah hatinya. 

    Namun, benarkah demikian. Tak dipungkiri bahwa semua keluarga memiliki harapan yang sama yaitu berharap memiliki buah hati yang membanggakan kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, para orang tua menentukan bagaimana pola pengasuhan untuk mendukung pertumbuhan buah hatinya agar harapan tersebut dapat terwujud. 

    Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Bagi orang tua ataupun calon orang tua perlu memahami dahulu bahwa pola pengasuhan tidak bisa disamakan dengan pemenuhan kebutuhan mereka. Kebutuhan sandang, pangan dan papan merupakan bagian yang sudah selayaknya dapat terpenuhi sesuai kemampuan masing-masing keluarga.

    Pola asuh orang tua merupakan pola perilaku yang diajarkan orang tua terhadap buah hatinya dan setiap orang tua memiliki bentuk pengasuhan yang berbeda. Namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk kebaikan buah hati kelak. 

     

    Bunda dan semua orang tua tentu memiliki harapan yang sama, yaitu ingin memiliki generasi penerus keluarga yang berbakti dan bermanfaat untuk diri juga sekitarnya. Tentunya juga ditunjang dengan perilaku anak yang berakhlak baik. 

    Jelaslah bahwa pola pengasuhan tidak bisa dibentuk begitu saja. Orang tua yang merupakan role model memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak-anaknya. Apa yang diamati, didengar juga dilihat oleh anak akan menjadi rekam jejak bagi mereka kelak. 

    Bahkan tidak sedikit yang akhirnya menirukan perilaku orang tua. Salahkah? Tentu saja tidak karena anak-anak tidak mengetahui apa dan bagaimana yang sebaiknya mereka pilih dan lakukan. Mereka hanya meniru tanpa tahu dampaknya kelak.

    Namun, seiring bertambahnya usia dan pemahaman yang jelas barulah suatu hari nanti mereka memahami apa yang sudah dilakukannya. Apabila perilaku tersebut baik maka dampaknya pun baik, tetapi bagaimana jika sebaliknya.

    Bukan hal buruk yang diharapkan terjadi. Oleh karena itu, pola pengasuhan diterapkan oleh masing-masing keluarga. 

    Memahami Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Memahami Pengertian Pola Asuh Orang Tua

    Pola asuh orang tua bertujuan untuk pembentukan karakter anak. Faktanya ada banyak pengertian mengenai pola asuh orang tua tersebut.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pola asuh terbagi menjadi 2 kata, yaitu pola dan asuh. Pola berarti gambaran, pola, corak, sistem, cara kerja atau sistem yang tetap. Sedangkan kata asuh dapat diartikan menjaga (mengasuh, mendidik) anak, membimbing (memberikan pengarahan, pengasuhan) pada anak. 

    Tridhonanto, pengamat parenting menjelaskan bahwa pola asuh orang tua adalah bentuk dari keseluruhan interaksi orang tua dan anak, yaitu orang tua memberikan dorongan pada anak dengan mengubah perilaku, pengetahuan dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua. 

    Tujuannya agar anak dapat mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat juga optimal, mempunyai keingintahuan yang tinggi, percaya diri, bersahabat dan berorientasi untuk sukses di masa depannya. 

    Menurut Hurlock, psikolog parenting, pola asuh orang tua adalah metode disiplin yang diterapkan orang tua terhadap anaknya yang meliputi dua konsep, yaitu konsep positif dan negatif. Konsep positif menekankan pada disiplin dan pengendalian diri, sedangkan konsep negatif bentuk pengekangan dengan cara yang tidak disukai dan menyakiti. 

    Baca juga : 

    Kesimpulan

    Pengertian pola asuh orang tua bertujuan untuk memberikan bimbingan, pengasuhan agar masa depan anak nantinya sesuai dengan harapan orang tua. Tumbuh mandiri, berkarakter baik, percaya diri dan disiplin. Makna yang memiliki arti yang sama demi menjaga tumbuh kembang buah hati tercinta.  

     

    Salam bahagia,

  • Menjadi Full Time Mom Anti Baper Dan Bahagia

    Menjadi full time Mom anti baper dan bahagia bagaimana caranya? Seorang ibu menjalani waktu 24 merupakan bagian rutinitas yang luar biasa. Tidak hanya untuk menjalin ikatan dengan keluarga tercinta, tetapi juga melakukan aktivitas lainnya.

    Tak dipungkiri rutinitas full time Mom tiada henti dilakukan, sehingga rasa bosan atau jenuh pun mudah menghampiri. Namun, bosan dengan rutinitas yang dijalani adalah hal yang biasa terjadi. 

    Sering kali alarm tubuh akan kejenuhan yang dirasakan ditampik begitu saja dengan alasan masih banyak hal yang perlu dikerjakan atau tidak ingin menunda pekerjaan terlalu lama. Padahal tak bisa dipungkiri, Mom juga perlu melakukan me time untuk menjaga kondisi tubuhnya dan menstabilkan mood yang dirasakan. Lalu kapan sebaiknya Mom melakukan me time, apakah ada waktu tertentu?  

    Alarm Tubuh Seringkali Diabaikan

    Mulai dari fajar menyingsing, Mom sudah mulai berjibaku dengan kegiatan rumah tangga. Mulai dari merapikan kamar, menyiapkan sajian harian juga mengasuh anak-anak. 

    Baginya semua perlu dilakukan semaksimal mungkin agar rumah juga anggota keluarga merasa nyaman dan menyenangkan. Hingga tanpa terasa alarm kejenuhan itu pun datang.

    Kebayangkan bagaimana kondisi seperti itu? Terus apakah akan akibat dari mengabaikan kejenuhan itu? Dampak yang mungkin terjadi setelahnya, Mom jadi lebih sensitif, mudah marah dan terbawa emosi. 

    Nah, ini jadi alarm yang tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Perlu suatu hal yang nantinya bisa mengubah mood Mom kembali seperti sedia kala lagi. Apa ya ….

    Mom Anti Baper dengan Jalani Me Time

    Mom Anti Baper dan Bahagia

    Saat kondisi menurun, rasanya semua yang dilakukan menjadi kurang menyenangkan, mudah emosi, terasa letih bahkan apa yang dikerjakan juga terasa salah atau kurang sesuai. Disaat mood berkurang inilah, ada baiknya Mom melakukan rehat sejenak. Tidak perlu memaksakan diri untuk terus melanjutkan kegiatan, karena pekerjaan rumah akan terus ada, tanpa ada hentinya.

    Lakukan istirahat untuk menikmati apa yang Mom inginkan, kurang lebih sekitar 10-15 menit. Bila waktunya memungkinkan bisa juga lebih lama. Setelah itu, kondisi Mom akan menjadi lebih baik dan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas selanjutnya kembali.

    Kenapa me time hanya dilakukan sesaat? Karena disaat kondisi tubuh menurun, kita membutuhkan energi baru untuk memulihkan keadaannya. Meski waktu yang dilakukan hanya sejenak, tetapi mampu mendongkrak energi baru. Selanjutnya apa yang kita lakukan akan jadi lebih menyenangkan juga bisa membuat diri kita tersenyum ceria lagi.

    Mom Bahagia dengan Me Time Menyenangkan

    Istirahat sejenak untuk merilekskan tubuh perlu dilakukan kala tubuh benar-benar membutuhkan. Me time tidak selalu identik dengan hal yang mahal, tetapi bisa dinikmati dengan hal-hal yang mudah dan menyenangkan seperti :

    • Bermain bersama anak-anak.
    • Membaca buku kesukaan seperti novel, buku motivasi, dll.
    • Merangkai kata untuk menuangkan ide dan isi hati.
    • Nonton film kesukaan.
    • Berjalan sejenak di sekitar rumah.
    • Berkebun dengan tanaman kesukaan.
    • Pergi ke salon untuk perawatan diri.
    • Ngobrol dengan teman atau keluarga.
    • Shopping.

    Full Time Mom Anti Baper Bikin Bahagia 

    Nah, apa yang menjadi kesukaan Bunda saat me time? Pilihannya cukup beragam, bisa dilakukan sendiri, bersama keluarga, atau bisa juga merasakan me time yang lebih istimewa yaitu couple time bersama pasangan. Ini bisa jadi hal yang menyenangkan karena akan membuat hubungan Bunda dan pasangan jadi lebih mesra dan harmonis. 

    Menikmati rutinitas dalam kegiatan sehari-hari tentunya membutuhkan energi yang cukup, agar semua yang kita ingin lakukan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Apa jadilah jadinya jika kita melakukan aktivitas, tetapi tubuh tidak merasa sanggup untuk menjalaninya. Lelah, tidak bergairah, sedih, semua yang dijalankan seolah menjadi beban yang berat.  

    Rehatlah sejenak. Menenangkan fisik dan menyegarkan pikiran. Menikmati apa yang Bunda inginkan sesaat. Setelah itu, kondisi Bunda akan menjadi lebih baik dan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

    Baca juga :

    Kesimpulan

    Menjadi full time Mom anti baper dan bahagia mudah dilakukan. Di sela rutinitas kegiatan yang padat merayap, Bunda tetap berusaha untuk melakukan rehat sejenak. Beristirahat untuk merilekskan tubuh, mensuplai energi baru sehingga tubuh dapat tetap bersinergi dengan orang-orang terkasih. 

    Bunda menjadi bagian penting dalam keluarga dan kebahagiaan keluarga adalah segalanya. Senyum yang Bunda pancarkan akan memberikan warna indah bagi semua anggota keluarga. Love you Mom

     

    Salam bahagia,