Tag: Bonding

  • Trik Menghadapi Tangisan Bayi

    Trik menghadapi tangisan bayi dibutuhkan agar kondisi ibu semakin panik dan bayi bisa segera tenang. Hal apa sajakah yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi saat seperti ini.

    Menemaninya dalam keseharian, mengasuh dengan sepenuh hati merupakan bagian yang membahagiakan dan tak terlupakan bagi seorang ibu. Meski awalnya merasa takut atau khawatir salah atau bayi merasa tidak nyaman, tetapi selanjutnya akan membuat ibu menjadi terbiasa dan menikmati prosesnya. Begitupun saat mendengar tangisan bayi. Apa sih trik menghadapi kondisi ini agar Bunda bisa menikmati momen ini dengan tetap merasa bahagia.

    Tak dipungkiri diusia belianya bayi akan sering menangis dan ibu akan berusaha untuk menenangkannya. Namun tidak sedikit juga yang merasa panik saat mendengar suara tangisan tersebut. Menangis merupakan cara bayi mengungkapkan apa yang dirasakan, dan diinginkannya.

    Bisa ungkapan rasa lapar, merasa kurang nyaman dengan kondisinya, bosan, rasa sakit yang dirasakannya, ingin mendapatkan kehangatan, buang air kecil atau besar, dan perasaan lain yang ingin disampaikannya.

    Bila  dihitung jumlah total bayi menangis dalam sehari bisa mencapai sekitar 1-4 jam. Unik ya sebenarnya dunia bayi ini. Lalu apa yang sebaiknya Bunda lakukan saat mendengar suara tangis bayi ini? Ada beberapa trik  menghadapi tangisan bayi.

    Cara Menghadapi Tangisan Bayi

     “Menangis merupakan bentuk ungkapan akan apa yang dirasakannya.”

    Tips Hadapi Tangisan Bayi

    1. Tenangkan Diri

    Saat Bunda sedang ingin istirahat, tiba-tiba bayi menangis dengan suara khasnya, apa yang akan Bunda lakukan?

    Ada yang kesal, sedih atau bahkan mendiamkan suara itu. Ya, bayi memang memanggil Bundanya dan ingin mengungkapkan sesuatu. Apa hanya akan terjadi saat tertentu saja? Tidak juga, karena disesuaikan dengan kondisi bayi.

    Maka tenangkan diri Bunda dahulu sejenak. Atur nafas dengan baik agar saat menghadapi bayi bisa tetap dengan senyuman dan hati tenang. Kondisi seperti ini akan membuat bayi juga jadi merasa nyaman dan Bunda bisa mengatasinya dengan segera.

    Apakah perlu seperti itu? Usahakan demikian agar rasa berat di hati bisa sirna dan mampu menghadapi segalanya dengan mudah. Emosi yang Bunda rasakan akan membuat bayi juga merasa tidak nyaman. Mungkin awalnya belum terbiasa, tetapi bila terus dicoba akan membuat Bunda jadi terbiasa.

    2. Tarik Nafas Sesaat

    Bayi menangis menunjukkan bahwa dia membutuhkan kehadiran orang didekatnya untuk membantu kondisi yang dirasakannya saat itu. Saat kondisi Bunda sedang letih, pusing, tentu tangisan bayi akan terasa kurang nyaman.

    Ada baiknya Bunda menarik nafas sesaat untuk menghimpun energi tambahan, menyegarkan tubuh dan menambah aura kebahagiaan dalam jiwa.

    3. Hampiri dan Cek Kondisi Bayi

    Setelah kondisi Bunda terasa nyaman, maka segera hampiri bayi untuk bisa mencari tahu apa penyebab dia menangis, kemudian segera mengatasinya. Untuk merasakan ketenangan bisa juga sejenak Bunda memberikan sentuhan lembut, pelukan kehangatan sehingga bayi benar-benar bisa merasakan bahwa Bundanya benar-benar siap menemaninya dan selalu ada untuknya.

    Rasa nyaman dan tenang memang tidak hanya dibutuhkan orang tua saat menghadapi buah hatinya. Begitupun bayi yang belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan ucapan secara langsung.

    Apabila semua kondisi bayi sudah teratasi dan dia sudah kembali dalam peraduannya kembali, maka Bunda bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya dilakukan atau bisa juga beristirahat.

    Cara Menghadapi Tangisan Bayi Kehangatan Bunda Memberikan Ketenangan

    Trik menghadapi bayi menangis perlu diketahui agar saat terdengar suara tangis bayi, Bunda tidak langsung merasa panik. Bayi mengungkapkan keinginannya lewat suara tangis yang terjadi kapanpun.

    Meskipun demikian tidak sedikit ibu yang bisa menikmati tangisan itu dengan senyuman. Bahkan ada yang mengajaknya berkomunikasi. Bisa dengan menanyakan apa yang dia inginkan, apa yang dirasakannya atau bisa juga menceritakan apa yang ada disekitarnya.

    Kalimat yang Bunda sampaikan memang belum dimengerti olehnya, tetapi dia akan melihat bagaimana ekspresi yang Bunda tunjukkan. Getaran dan rasa ini yang akan dinikmati oleh bayi, sehingga akan membuat tangisannya mereda dengan sendirinya.

    Penutup

    Trik menghadapi tangisan bayi memang dapat menjadi cara jitu saat Bunda dalam kondisi yang kurang nyaman. Meskipun awalnya tidak mudah menghadapi tangisan ini, tetapi setelah Bunda mencobanya beberapa kali maka akan jadi biasa dan nyaman melakukannya.

    Bunda dan bayi, sama-sama membutuhkan kenyamanan, juga ketenangan saat saling bersama. Hal ini dapat tercipta bila Bunda yang mengawali. Bayi adalah makhluk kecil yang belum bisa berbuat apapun, tetapi mampu merasakan sekitarnya dengan hatinya.

    Salam bahagia,

  • Doa Untuk Menyatukan Dua Insan Bahagia Dalam Mahligai Sakinah 

    Kapan sebaiknya doa untuk menyatukan dua insan diucapkan? Menyatukan dua hati bahagia dalam mahligai sakinah. Menguatkan niat untuk menyatukan hati, menjalin kekuatan untuk mewujudkan mahligai impian

    Saat usia semakin matang dan hati sudah menemukan tautan yang kuat pada seseorang, langkah apa yang kita pilih? Ya, menyatukan dua hati bahagia dalam mahligai pernikahan untuk menciptakan keluarga sakinah, mawaddah warahmah. 

    Melantunkan Doa Menyatukan Dua Insan Bahagia

    Benar adanya, pernikahan menyatukan dua hati yang berbeda, bahkan lebih dari itu, yaitu dua keluarga. Karakter, kebiasaan, pola hidup, semuanya berusaha diramu dengan indah dalam mahligai ini. Susah? Belum tentu. Perbedaan bisa menyatu dengan indah kala kedua insan ini dapat saling menerima, memahami dan mengerti satu dengan lainnya. 

    Butuh berapa lamakah? Tergantung dari keduanya. Tidak sedikit pasangan yang telah menjalani masa pengenalan alias pacaran hingga bertahun-tahun, tetapi ternyata hanya tahu bagian kulitnya saja. Sebaliknya ada yang tidak melalui masa pacaran, tetapi bisa saling memahami dan mengenal dua sisi kemudian berusaha saling menerima dan melengkapi. 

    Menyatukan-dua-hati-dalam-pernikahan

    Saat menjadi raja dan ratu sehari, semua perbedaan berusaha melebur menjadi satu. Tujuan yang ingin diraih adalah sama. Ingin menggapai kebahagian bersama sepanjang masa, sehidup semati. Ikrar suci menyatu dua hati untuk membangun mahligai rumah tangga. 

    “Aku pernah mengagumi seseorang. Tertarik … dan mendambakannya. 

    Namun, tidak selangkah pun aku berani mendekatinya. 

    Tidak sepatah kata pun berani menyapanya.

    Apalagi mencari cara untuk menarik perhatiannya. 

    Aku adukan segala yang di dadaku kepada Allah, Tuhanku.

    Tanpa aku sangka, aku duga, akhirnya dia melamarku.” 

    ~ Seperti kisah Fatimah Az-zahra dan Ali ~

    Pasanganmu adalah Pakaianmu

    Janji pernikahan yang terucapkan tentu akan menguatkan hati kedua insan yang memasuki jenjang kehidupan barunya. Menapaki hari-hari selanjutnya dengan saling menguatkan satu sama lain. Saling memahami, mampu menerima kekurangan pun saling melengkapi sehingga kekurangan yang ada dapat tertutupi. 

    Mampukah kiranya? Butuh perjuangan. Bukan semata hanya cinta yang akan menguatkan. Tautan hati, saling menjaga kehormatan dan take and give selama menapaki kebersamaan akan membantu menguatkan jalinan yang kokoh ini. 

    Waktu sehari, dua hari, sebulan, tiga bulan, lima tahun dan seterusnya menentukan bagaimana kekuatan yang sudah dijalin. Ada yang mampu terus bertahan hingga maut memisahkan, tetapi tidak sedikit yang hanya bertahan hingga beberapa tahun saja. 

    Badai ujian datang dan merobohkan rumah yang telah dibangun. Kepercayaan runtuh. Rasa saling kasih luntur. Duka nestapa pun mendera. 

    “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka.” (QS. Al-Baqarah : 187)

    Menyatukan dan Menguatkan Niat Suci

    Dua insan bersatu untuk mewujudkan niat suci. Bersama menyatu menautkan hati, dua jiwa. Menjalin ikatan suci sehidup semati dalam suka dan duka, mengarungi bahtera rumah tangga hingga akhir hayat. Duh, so sweet ya. 

    Barsama-sama berusaha saling menguatkan jiwa, memperkokoh tujuan untuk menggapai keluarga sakinah, mawaddah, warohmah. Ujian hati akan selalu ada. Datang silih berganti bagaikan butiran pasir. Hembusan angin akan membersihkannya secara perlahan. 

    Tak hanya itu, gejolak dalam mahligai rumah tangga pun akan datang dalam kebahagian dan kesenangan yang dilalui. Satu, dua, tiga tahun dan seterusnya akan semakin menguatkan ikatan cinta yang sedang dilalui. Mampukah semua itu berjalan sesuai harapan?

    Ya, masalah yang datang silih berganti tak ayal menguji ikatan hati. Bersama menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Kemudian lanjut melangkahkan kaki lagi menapaki tujuan yang belum terwujud. Semudah itukah? Ya dan tidak. Ya, jika keduanya mampu mengendalikan emosi dan ego. Tidak, bila ingin lebih mengedepankan keinginan pribadi. Pendewasaan diri akan terus teruji.  

    Merembukan bersama dengan suasana hati tenang dan kepala dingin akan mampu mendapatkan jawaban yang terbaik. Mampu menutupi kekurangan masing-masing pasangan. Mampu menyikapi perbedaan dengan senyuman, karena perbedaan merupakan sunnatullah. Sesuatu yang pasti terjadi. 

    Perbedaan-untuk-saling-menguatkan

    Jika salah satu atau kedua pasangan saling mengedepankan ego atau emosi maka keutuhan mahligai akan terganggu. Timbul keretakan yang bisa menimbulkan bom waktu. Bisa menyakiti salah satu atau keduanya dan akhirnya terjadi hal yang tidak kita inginkan. 

    “Dia terlalu egois. Maunya menang sendiri. Padahal bisa diomongin dulu sebelum bertindak. Jadi semua ini nggak bakal terjadi.” 

    Seorang teman mencurahkan isi hatinya. Sudah dua hati dia bersitegang dengan suaminya karena sebuah keputusan. Harapannya benar. Keputusan yang diambil hendaknya memang atas hasil diskusi bersama. 

    “Dia itu apa-apa nggak mau diomongin. Sudah aku minta untuk tidak menutupi apapun, tapi lagi-lagi begini.” 

    Keterbukaan antar pasangan memang penting adanya. Saling menerima, memahami dan berbagi akan membuat kesulitan menjadi mudah terurai. Ingat pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Meskipun kebenaran terkadang terasa menyakitkan. 

    Penutup

    Berdoa untuk menyatukan dua hati bahagia dalam mahligai pernikahan menjadi harapan setiap pasangan. Jalinan yang kuat dengan saling menjaga, memahami juga menguatkan antar pasangan akan membuat rumah tangga yang dibangun menjadi kuat. Kokoh berdiri meski berbagai ujian datang menghadang. 

    Setiap pasangan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan, maka salinglah menutupi kekurangan antar pasangan. Bersama saling melengkapi dan menutupi kekurangannya dan mau saling menerima satu sama lain seutuhnya. Perbedaan yang ada bisa dijadikan sebagai perpaduan warna agar kontras keindahannya tetap cantik terlihat. 

    Tak ada keluarga yang sempurna. Namun, kita bisa belajar dari para orang tua atau pasangan lain dalam mengarungi mahligai ini. Indahnya menapaki tangga bersama hingga akhir usia dengan penuh cinta kasih. 

    Salam,

  • Menjadi Full Time Mom Anti Baper Dan Bahagia

    Menjadi full time Mom anti baper dan bahagia bagaimana caranya? Seorang ibu menjalani waktu 24 merupakan bagian rutinitas yang luar biasa. Tidak hanya untuk menjalin ikatan dengan keluarga tercinta, tetapi juga melakukan aktivitas lainnya.

    Tak dipungkiri rutinitas full time Mom tiada henti dilakukan, sehingga rasa bosan atau jenuh pun mudah menghampiri. Namun, bosan dengan rutinitas yang dijalani adalah hal yang biasa terjadi. 

    Sering kali alarm tubuh akan kejenuhan yang dirasakan ditampik begitu saja dengan alasan masih banyak hal yang perlu dikerjakan atau tidak ingin menunda pekerjaan terlalu lama. Padahal tak bisa dipungkiri, Mom juga perlu melakukan me time untuk menjaga kondisi tubuhnya dan menstabilkan mood yang dirasakan. Lalu kapan sebaiknya Mom melakukan me time, apakah ada waktu tertentu?  

    Alarm Tubuh Seringkali Diabaikan

    Mulai dari fajar menyingsing, Mom sudah mulai berjibaku dengan kegiatan rumah tangga. Mulai dari merapikan kamar, menyiapkan sajian harian juga mengasuh anak-anak. 

    Baginya semua perlu dilakukan semaksimal mungkin agar rumah juga anggota keluarga merasa nyaman dan menyenangkan. Hingga tanpa terasa alarm kejenuhan itu pun datang.

    Kebayangkan bagaimana kondisi seperti itu? Terus apakah akan akibat dari mengabaikan kejenuhan itu? Dampak yang mungkin terjadi setelahnya, Mom jadi lebih sensitif, mudah marah dan terbawa emosi. 

    Nah, ini jadi alarm yang tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Perlu suatu hal yang nantinya bisa mengubah mood Mom kembali seperti sedia kala lagi. Apa ya ….

    Mom Anti Baper dengan Jalani Me Time

    Mom Anti Baper dan Bahagia

    Saat kondisi menurun, rasanya semua yang dilakukan menjadi kurang menyenangkan, mudah emosi, terasa letih bahkan apa yang dikerjakan juga terasa salah atau kurang sesuai. Disaat mood berkurang inilah, ada baiknya Mom melakukan rehat sejenak. Tidak perlu memaksakan diri untuk terus melanjutkan kegiatan, karena pekerjaan rumah akan terus ada, tanpa ada hentinya.

    Lakukan istirahat untuk menikmati apa yang Mom inginkan, kurang lebih sekitar 10-15 menit. Bila waktunya memungkinkan bisa juga lebih lama. Setelah itu, kondisi Mom akan menjadi lebih baik dan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas selanjutnya kembali.

    Kenapa me time hanya dilakukan sesaat? Karena disaat kondisi tubuh menurun, kita membutuhkan energi baru untuk memulihkan keadaannya. Meski waktu yang dilakukan hanya sejenak, tetapi mampu mendongkrak energi baru. Selanjutnya apa yang kita lakukan akan jadi lebih menyenangkan juga bisa membuat diri kita tersenyum ceria lagi.

    Mom Bahagia dengan Me Time Menyenangkan

    Istirahat sejenak untuk merilekskan tubuh perlu dilakukan kala tubuh benar-benar membutuhkan. Me time tidak selalu identik dengan hal yang mahal, tetapi bisa dinikmati dengan hal-hal yang mudah dan menyenangkan seperti :

    • Bermain bersama anak-anak.
    • Membaca buku kesukaan seperti novel, buku motivasi, dll.
    • Merangkai kata untuk menuangkan ide dan isi hati.
    • Nonton film kesukaan.
    • Berjalan sejenak di sekitar rumah.
    • Berkebun dengan tanaman kesukaan.
    • Pergi ke salon untuk perawatan diri.
    • Ngobrol dengan teman atau keluarga.
    • Shopping.

    Full Time Mom Anti Baper Bikin Bahagia 

    Nah, apa yang menjadi kesukaan Bunda saat me time? Pilihannya cukup beragam, bisa dilakukan sendiri, bersama keluarga, atau bisa juga merasakan me time yang lebih istimewa yaitu couple time bersama pasangan. Ini bisa jadi hal yang menyenangkan karena akan membuat hubungan Bunda dan pasangan jadi lebih mesra dan harmonis. 

    Menikmati rutinitas dalam kegiatan sehari-hari tentunya membutuhkan energi yang cukup, agar semua yang kita ingin lakukan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Apa jadilah jadinya jika kita melakukan aktivitas, tetapi tubuh tidak merasa sanggup untuk menjalaninya. Lelah, tidak bergairah, sedih, semua yang dijalankan seolah menjadi beban yang berat.  

    Rehatlah sejenak. Menenangkan fisik dan menyegarkan pikiran. Menikmati apa yang Bunda inginkan sesaat. Setelah itu, kondisi Bunda akan menjadi lebih baik dan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

    Baca juga :

    Kesimpulan

    Menjadi full time Mom anti baper dan bahagia mudah dilakukan. Di sela rutinitas kegiatan yang padat merayap, Bunda tetap berusaha untuk melakukan rehat sejenak. Beristirahat untuk merilekskan tubuh, mensuplai energi baru sehingga tubuh dapat tetap bersinergi dengan orang-orang terkasih. 

    Bunda menjadi bagian penting dalam keluarga dan kebahagiaan keluarga adalah segalanya. Senyum yang Bunda pancarkan akan memberikan warna indah bagi semua anggota keluarga. Love you Mom

     

    Salam bahagia,